Penjualan Peci saat Ramadan di Barata Lebak Menurun

  • 16 Mar 2026 16:59 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Suasana Ramadan di kawasan Jalan MT Hardiwinangun, Rangkasbitung, tepatnya di depan Mall Rabinza, selalu diramaikan oleh pedagang peci. Setiap tahun, deretan lapak penjual penutup kepala khas pria muslim ini memenuhi sepanjang jalan yang dikenal masyarakat setempat dengan sebutan kawasan Barata.

Pada bulan puasa tahun ini, terdapat sekitar 12 pedagang peci yang menjajakan berbagai jenis peci di lokasi tersebut. Para pedagang mulai berjualan sejak hari pertama Ramadan. Lapak-lapak peci itu sudah buka sejak pukul 07.00 WIB hingga menjelang tengah malam. Aktivitas jual beli biasanya mulai ramai pada sore hingga malam hari ketika warga datang untuk berbelanja kebutuhan menjelang Idulfitri.

Berbagai jenis peci ditawarkan kepada pembeli dengan harga yang bervariasi. Harga peci yang dijual berkisar mulai dari Rp20 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung bahan, kualitas, dan modelnya.

Peci-peci tersebut didatangkan dari wilayah Banten dan sejumlah daerah di Jawa Barat. Sebagian besar barang dagangan berasal dari Serang serta daerah lain seperti Cianjur.

Meski tetap ramai dikunjungi pembeli, para pedagang mengaku penjualan pada Ramadan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Satria, salah seorang pedagang peci di kawasan Barata, mengatakan pendapatan yang diperoleh tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan Ramadan sebelumnya. “Kalau dibandingkan tahun lalu, omset tahun ini jauh menurun. Biasanya bisa lebih ramai pembeli,” ujar Satria saat ditemui di lapaknya, Senin, 16 Maret 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut dirasakan oleh hampir seluruh pedagang peci yang berjualan di lokasi yang sama. Hal senada juga diungkapkan oleh Rizal, pedagang peci lainnya. Ia mengaku penurunan penjualan sudah terasa sejak awal Ramadan tahun ini. “Penjualan memang turun dibanding tahun sebelumnya, tapi alhamdulillah masih ada keuntungan walaupun tidak besar,” kata Rizal.

Para pedagang peci yang berjualan di kawasan tersebut diketahui berasal dari satu kelompok yang sama. Mereka bekerja di bawah satu bos yang menyediakan barang dagangan. Tugas para pedagang adalah menjual peci kepada pembeli dan mendapatkan komisi dari setiap barang yang berhasil terjual.

Meskipun kondisi penjualan sedang menurun, para pedagang tetap berharap penjualan akan meningkat menjelang akhir Ramadan. Mereka optimistis pada hari-hari terakhir puasa hingga menjelang Idulfitri jumlah pembeli akan bertambah sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....