Jelang Lebaran, Usaha Kue Kering di Kota Serang Kebanjiran Pesanan
- 10 Mar 2026 12:29 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Jelang lebaran Idulfitri, pelaku usaha kue kering di Kota Serang kebanjiran pesanan. Permintaan yang terus bertambah membuat produksi masih berjalan hingga mendekati Lebaran.
Salah satu usaha kue kering rumahan berada di Kampung Benggala, Kota Serang. Usaha bernama Daraque ini menambah jumlah produksi untuk memenuhi pesanan yang datang dari berbagai daerah.
Daraque memproduksi sedikitnya 10 varian kue kering, di antaranya lidah kucing rainbow, kastengel, kue kacang, putri salju, nastar roll, nastar keju, nastar bulat, hingga choco chip.
Pemilik Daraque, Herawati menyebut, produksi kue kering tahun ini meningkat sekitar 35 persen dibandingkan tahun lalu. Pesanan terus berdatangan hingga menjelang Lebaran.
“Biasanya H-7 Lebaran produksi sudah selesai. Tahun ini masih berjalan karena target 1.000 toples belum tercapai,” kata Herawati, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia juga menyesuaikan harga beberapa jenis kue kering setelah biaya bahan baku meningkat. Kenaikan harga sekitar Rp5.000 per item, terutama untuk kastengel dan nastar.
Sejumlah varian yang paling banyak diminati konsumen di antaranya nastar keju, nastar roll, nastar bulat, lidah kucing, dan kastengel.
Untuk memperluas pemasaran, Daraque menggandeng sejumlah reseller agar produk kue kering dapat menjangkau lebih banyak pembeli.
Harga kue kering yang ditawarkan bervariasi. Nastar ukuran tabung 600 mililiter dijual Rp70.000, sedangkan ukuran 800 mililiter Rp90.000. Kastengel ukuran 600 mililiter dijual Rp100.000 dan ukuran 800 mililiter Rp125.000. Secara umum harga kue kering berkisar antara Rp65.000 hingga Rp125.000 per toples.
Selain itu, Daraque juga menyediakan parsel Lebaran dengan harga mulai Rp250.000 hingga Rp300.000, tergantung ukuran dan isi parsel.
Menurut Herawati, sebagian pembeli memesan kue kering sebagai hidangan Lebaran, sementara lainnya membeli untuk oleh-oleh saat mudik.
Pesanan datang dari berbagai daerah di luar Banten, seperti Lampung, Purwokerto, Sidoarjo, Yogyakarta, hingga Jakarta. Sementara pembeli lokal didominasi dari wilayah Serang, Pandeglang, dan Cilegon.