Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Banten Dihadiri Ratusan Jamaah

  • 10 Mar 2026 05:07 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Ratusan jamaah memadati Masjid Agung Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, saat peringatan malam Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang digelar Badan Kenadziran Kesultanan Maulana Hasanuddin Banten (BKKMHB), Senin malam, 9 Maret 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus BKKMHB, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Serang. Suasana khidmat terlihat sejak awal acara dengan rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah, dan doa bersama.

Ketua Umum BKKMHB, Tb. Ulumuddin Ma’mun, mengatakan peringatan Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, peringatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa turunnya kitab suci Al-Qur’an, tetapi juga sebagai pengingat bagi umat untuk kembali menilai hubungan mereka dengan kitab suci tersebut.

“Ada dua makna dalam peringatan Nuzulul Qur’an. Pertama sebagai introspeksi, melihat sejauh mana kita membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an. Kedua sebagai langkah memperbaiki kehidupan dengan berpegang pada ajaran Al-Qur’an,” kata Ulumuddin.

Ia menilai nilai-nilai dalam Al-Qur’an dapat menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalani ibadah.

Sementara itu, Ketua Panitia H. Tubagus Suci Amin menjelaskan malam ke-17 Ramadan sering diperingati sebagai momen turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Menurutnya, Al-Qur’an diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW dalam kurun waktu beberapa tahun sebagai pedoman hidup umat Islam.

Ia juga mengajak jamaah untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, baik di rumah maupun di tempat kerja, serta meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Orang yang sering membaca Al-Qur’an akan dimudahkan jalannya. Sebaliknya, hidup akan terasa sempit bagi mereka yang jauh dari Al-Qur’an,” ujar Suci Amin.

Peringatan Nuzulul Qur’an tersebut diisi dengan tausiyah keagamaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta doa bersama yang berlangsung hingga larut malam.

Rekomendasi Berita