Kebutuhan Uang Tunai Ramadan Naik 68 Persen

  • 06 Mar 2026 17:30 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Kebutuhan uang tunai di Provinsi Banten selama Ramadan dan Idulfitri 2026 diperkirakan melonjak hingga 68 persen dibandingkan periode normal. Peningkatan ini dipicu berbagai aktivitas ekonomi masyarakat yang meningkat selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Arman Johansyah, menjelaskan kebutuhan uang tunai pada periode normal hanya sekitar Rp1,9 triliun. Namun saat Ramadan dan Idulfitri, kebutuhan tersebut meningkat menjadi Rp3,2 triliun.

“Jika dibandingkan dengan kebutuhan normal sekitar Rp1,9 triliun, maka pada periode Ramadan ini meningkat menjadi Rp3,2 triliun atau naik sekitar 68 persen,” ujarnya pada saat berdialog bersama RRI PRO 1 Banten, Jumat, 6 Maret 2026.

Menurut Arman, lonjakan tersebut merupakan fenomena musiman yang selalu terjadi setiap tahun. Salah satu penyebab utama adalah tradisi masyarakat yang masih gemar menggunakan uang tunai untuk berbagai kebutuhan selama Ramadan.

Ia menambahkan, tradisi berbagi uang kepada keluarga atau anak-anak saat Idulfitri masih menjadi budaya yang kuat di masyarakat. "Tradisi berbagi atau salam tempel masih sangat kuat. Selain itu ada pembayaran THR, peningkatan konsumsi, hingga aktivitas pariwisata yang meningkat,” katanya.

Selain faktor budaya, pergerakan masyarakat saat libur Idulfitri juga memicu tingginya transaksi uang tunai. Arus mudik yang terjadi melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Merak membuat masyarakat cenderung membawa uang tunai sebagai cadangan selama perjalanan.

Arman mengatakan meskipun transaksi digital terus berkembang, uang tunai tetap memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat. “Walaupun transaksi digital meningkat, masyarakat tetap membawa uang tunai untuk kebutuhan pribadi dan transaksi tertentu,” ucapnya.

Selain itu, sektor pertanian dan penyaluran bantuan sosial pemerintah juga masih banyak menggunakan transaksi tunai, sehingga turut meningkatkan kebutuhan uang di masyarakat.

Bank Indonesia memastikan seluruh kebutuhan tersebut dapat terpenuhi melalui koordinasi dengan perbankan serta perhitungan proyeksi kebutuhan uang secara nasional dan regional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....