Lokasi Ngabuburit di Lebak Mulai Sungai hingga Saung Tradisional

  • 05 Mar 2026 14:16 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Kabupaten Lebak mulai berubah. Warga berbondong-bondong keluar rumah untuk mencari tempat ngabuburit sambil menunggu azan Magrib berkumandang.

Tradisi ngabuburit di Lebak pada Ramadan 2026 tidak hanya sekadar berburu takjil.

Banyak warga kini juga mencari lokasi yang nyaman, estetik, dan ramah keluarga untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka. Beragam pilihan tempat mulai ramai dikunjungi, mulai dari pusat kuliner hingga ruang terbuka hijau. Tempat-tempat tersebut menjadi favorit karena menawarkan suasana santai sekaligus tempat berkumpul bersama keluarga maupun teman.

Selain menikmati jajanan khas Ramadan, pengunjung juga memanfaatkan waktu untuk bersantai. Banyak warga datang lebih awal agar bisa mendapatkan tempat yang nyaman sebelum waktu berbuka tiba.

Salah satu lokasi yang mulai dilirik warga adalah kawasan Sungai Ciujung. Suasana tepi sungai yang tenang menjadi pilihan bagi mereka yang ingin ngabuburit dengan nuansa alam.

Pengunjung biasanya duduk santai di tepian sungai sambil menikmati aliran air yang tenang. Sebagian dari mereka bahkan membawa bekal sendiri untuk disantap saat berbuka.

Ayu, salah satu warga Rangkasbitung, mengaku sengaja datang ke tepi Sungai Ciujung karena suasananya berbeda dari pusat keramaian.

Ia menilai tempat tersebut cocok untuk bersantai bersama keluarga. “Di sini suasananya lebih tenang, anak-anak juga bisa menikmati pemandangan sungai. Jadi ngabuburit terasa lebih santai,” ujar Ayu, Kamis, 5 Maret 2026.

Meski demikian, pengunjung tetap diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sampah makanan dan minuman diharapkan tidak dibuang sembarangan agar kawasan tetap nyaman dikunjungi.

Selain itu, faktor keselamatan juga menjadi perhatian, terutama bagi pengunjung yang membawa anak-anak. Orang tua diingatkan untuk selalu mengawasi anak saat berada di dekat aliran sungai.

Di sisi lain, kawasan rumah makan bernuansa tradisional juga mulai ramai menjelang waktu berbuka. Beberapa tempat makan dengan konsep saung menjadi pilihan favorit warga.

Konsep lesehan dengan bangunan saung khas Sunda memberikan suasana hangat bagi keluarga yang ingin berbuka bersama. Menu tradisional yang disajikan juga menjadi daya tarik tersendiri.

Laksmi, warga Lebak lainnya, mengatakan ia lebih memilih berbuka di rumah makan saung karena suasananya nyaman dan tidak terlalu ramai seperti pusat kota. “Kalau di saung rasanya lebih santai. Bisa ngobrol lama dengan keluarga sambil menunggu makanan datang,” kata Laksmi.

Ramadan selalu menghadirkan warna tersendiri bagi masyarakat Lebak. Dari pusat kota hingga tepian sungai, pilihan tempat ngabuburit kini semakin beragam sesuai dengan kebutuhan dan suasana yang diinginkan warga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....