Produksi Ayam Potong di Lebak Aman hingga Lebaran
- 04 Mar 2026 20:19 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Produksi daging ayam di Kabupaten Lebak, tercatat sebanyak 6.651 ton dan dipastikan mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran 2026. Ketersediaan tersebut dinilai aman untuk memenuhi lonjakan permintaan musiman.
Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak, Irvan Pramerta, mengatakan pihaknya menjamin ketersediaan daging ayam unggas dalam kondisi aman dan cukup.
“Kita menjamin persediaan produksi daging ayam unggas aman dan mencukupi selama Ramadhan dan Lebaran,” kata Irvan Pramerta di Rangkasbitung, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia menjelaskan, total produksi 6.651 ton tersebut berasal dari perusahaan ternak besar maupun peternak rakyat yang tersebar di sejumlah kecamatan. Kontribusi kedua sektor itu dinilai sangat penting dalam menjaga keseimbangan pasokan.
Selama ini, Kabupaten Lebak dikenal sebagai daerah surplus daging ayam unggas.
Bahkan, produksi dari wilayah ini mampu memasok kebutuhan ke sejumlah daerah penyangga. Distribusi daging ayam dari Lebak menjangkau wilayah Tangerang, Jakarta hingga Bogor. Hal tersebut menunjukkan kapasitas produksi yang cukup besar dan berdaya saing. Menurut Irvan, kondisi surplus tersebut turut berdampak pada stabilitas harga di tingkat pasar.
Saat ini, harga daging ayam berada pada kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Selain harga yang relatif stabil, pendistribusian juga berjalan lancar baik di tingkat peternak maupun pasar tradisional. Pemerintah daerah terus memantau rantai pasok agar tidak terjadi hambatan distribusi. “Kami memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan harga daging ayam relatif stabil,” ujarnya.
Tak hanya daging ayam, produksi telur di Kabupaten Lebak juga tergolong melimpah. Hingga saat ini, produksi telur tercatat mencapai 3.267 ton. Ketersediaan telur tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran. Permintaan yang meningkat menjelang hari raya dipastikan dapat diimbangi oleh produksi lokal.
Di pasaran, harga telur juga relatif stabil dengan kisaran Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Stabilitas harga ini memberikan kepastian bagi konsumen maupun pelaku usaha. “Kami memastikan persediaan daging dan telur terpenuhi dan harga terkendali selama Ramadan hingga Lebaran,” kata Irvan.
Dengan kondisi produksi yang surplus dan distribusi yang lancar, pihaknya optimistis kebutuhan pangan asal ternak masyarakat dapat terpenuhi secara aman, cukup, dan terjangkau sepanjang Ramadhan hingga Idulfitri 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....