Pedagang Musiman Ramadan Keluhkan Omzet Menurun
- 01 Mar 2026 21:10 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Bulan suci Ramadan selalu identik dengan berbagai hidangan takjil yang menyegarkan, seperti kolang kaling, cincau, agar-agar, pacar cina, dan sagu mutiara. Makanan tersebut menjadi buruan masyarakat untuk menu berbuka puasa dan banyak dijajakan pedagang musiman.
Dipasar Rangkasbitung , para pedagang musiman mulai menjual aneka bahan takjil itu sejak tiga hari menjelang Ramadan. Lapak-lapak sederhana terlihat berjejer di sejumlah sudut pasar tradisional tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat sekitar 12 pedagang yang khusus menjual kolang kaling, cincau, agar-agar, pacar cina, dan sagu mutiara. Mereka memanfaatkan momentum Ramadan untuk menambah penghasilan.Cincau dan agar-agar yang dijual para pedagang di Rangkasbitung didatangkan dari Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang .
Pasar tersebut menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan pangan untuk wilayah sekitar. Sementara itu, kolang kaling yang dijual tidak hanya berasal dari wilayah lokal Kabupaten Lebak.
Sejumlah pedagang mengaku mendapat pasokan dari daerah Cimarga dan Leuwidamar, serta dari Kabupaten Pandeglang . Meski pasokan relatif lancar, para pedagang mengaku penjualan pada Ramadan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dirasakan hampir merata oleh para pedagang musiman.
Rizki, salah seorang pedagang kolang kaling dan cincau, mengatakan omzet penjualannya jauh berkurang. Ia menilai daya beli masyarakat saat ini tidak sekuat tahun lalu. “Omzet saya Ramadan kali ini jauh berkurang dibanding Ramadan sebelumnya. Biasanya ramai sekali, sekarang terasa lebih sepi,” ujar Rizki saat ditemui di lapaknya, Minggu, 1 Maret 2026.
Menurut Rizki, meskipun pembeli tetap ada setiap hari, jumlahnya tidak sebanyak tahun lalu. Ia berharap kondisi ini bisa membaik menjelang pertengahan hingga akhir Ramadan. Hal senada disampaikan Iis, pedagang lainnya yang menjual jenis dagangan serupa. Ia juga merasakan adanya penurunan jumlah pembeli pada Ramadan kali ini.
“Memang ada pembeli, tapi tidak seramai tahun lalu. Biasanya menjelang sore pembeli membludak, sekarang tidak terlalu ramai,” kata Iis.
Iis menduga kondisi ekonomi yang sedang menurun menjadi salah satu faktor penyebab turunnya penjualan. Menurutnya, banyak warga yang kini lebih berhemat dalam berbelanja kebutuhan berbuka puasa. Untuk memulai usaha musiman ini, para pedagang mengaku harus mengeluarkan modal lebih dari Rp3 juta.
Modal tersebut digunakan untuk membeli stok barang, biaya transportasi, serta kebutuhan operasional selama berjualan. Dengan sisa waktu sekitar 19 hari Ramadan, para pedagang berharap penjualan dapat meningkat. Mereka optimistis menjelang pertengahan hingga akhir Ramadan, kebutuhan masyarakat terhadap bahan takjil akan kembali melonjak dan mendongkrak omzet mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....