Pemkab Pandeglang Restui Sahur On The Road Positif
- 23 Feb 2026 18:13 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Pemerintah Kabupaten Pandeglang memberikan kelonggaran terhadap kegiatan Sahur On The Road (SOTR) selama pelaksanaannya berorientasi pada nilai-nilai sosial dan berbagi. Kebijakan ini diambil dengan catatan para penyelenggara tetap menjaga ketertiban umum dan tidak memicu kerumunan massa yang mengganggu kenyamanan warga. Aktivitas berbagi makanan kepada anak jalanan maupun warga kurang mampu dipandang sebagai bentuk pemaknaan positif terhadap bulan suci Ramadan.
Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi menegaskan bahwa esensi dari kegiatan SOTR harus dikembalikan pada niat ibadah dan kemanusiaan, bukan sekadar hura-hura di jalanan. Menurutnya pemerintah tidak akan melarang inisiatif warga yang ingin berderma selama tidak menyalahi aturan hukum dan etika bermasyarakat. Ia pun meminta aparatur di tingkat desa dan kelurahan untuk terus memantau setiap kegiatan kelompok pemuda agar tetap dalam koridor positif.
Iing menilai p emanfaatan waktu sahur untuk kegiatan produktif jauh lebih baik daripada terlibat dalam aksi yang berpotensi memicu pergesekan. Pemkab Pandeglang berharap momentum Ramadan menjadi ajang peningkatan kepedulian sosial antar sesama warga secara terorganisir. "Selama kegiatannya positif untuk berbagi dengan anak jalanan atau yang kurang mampu, saya rasa sah-sah saja," kata Iing, Senin 23 Februari 2026.
Senada dengan hal tersebut, Kabagops Polres Pandeglang, AKP Abdul Rahman Taufik menyatakan tidak melarang SOTR selama dilaksanakan dengan tertib dan mematuhi aturan lalu lintas. Kepolisian tetap mewaspadai indikasi pengumpulan massa yang berlebihan karena berpotensi menciptakan gesekan atau ketersinggungan antar kelompok di jalan raya.
Menurutnya pengamanan tetap disiagakan guna mengantisipasi kerawanan yang mungkin muncul dari kerumunan massa tersebut. "Sebetulnya kita tidak larang selagi mereka melaksanakan dengan positif dan tertib. Tapi indikasi mengundang massa itu yang kita antisipasi sebagai kerawanan gesekan," ucapnya.
Selain pengawasan jalanan, Polres Pandeglang juga merangkul sistem keamanan swadaya (Siskamling) di tingkat RT dan RW untuk menjaga keamanan lingkungan. Abdul mengatakan pengamanan ini mencakup antisipasi tindak kriminalitas seperti pencurian motor dan hewan ternak yang biasanya marak selama Ramadan. Partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi sekecil apapun dinilainya sangat membantu tugas kepolisian di lapangan.
Integrasi antara patroli rutin polisi dan pengawasan aparatur daerah diharapkannya mampu menciptakan suasana Ramadan yang penuh kedamaian. Ia menghimbau seluruh pihak untuk saling menjaga dan menghormati hak sesama pengguna jalan selama beraktivitas di malam hari. Polres Pandeglang optimis dengan komunikasi yang baik, potensi kerawanan sosial di Pandeglang dapat diminimalisir secara maksimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....