Bazar Ramadan di Masjid Ats-Tsauroh Diserbu Pemburu Takjil

  • 22 Feb 2026 14:22 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Setiap sore selama Ramadan 1447 H, halaman Masjid Agung Ats-Tsauroh tak pernah sepi. Ratusan warga terus berdatangan memburu takjil di bazar yang digelar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Sekitar 150 tenan berjajar di sisi halaman masjid. Aneka menu tersaji, mulai dari gorengan, kolak, aneka lauk siap santap, hingga minuman segar. Sejak pukul 16.00 WIB, arus pengunjung mulai meningkat. Menjelang Magrib, kawasan bazar dipadati pembeli yang datang bersama keluarga.

Ketua DKM Masjid Agung Ats-Tsauroh, Khaeroni mengatakan, lonjakan pengunjung terjadi hampir setiap hari. Lapak pedagang terisi penuh sejak awal pendaftaran dibuka.

“Alhamdulillah setiap hari ramai. Pendaftarnya langsung penuh, total ada sekitar 150 tenant. Warga antusias datang untuk berburu kuliner berbuka,” ujarnya, Minggu, 22 Februari 2026.

Menurutnya, bazar Ramadan ini memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk meraih tambahan penghasilan. Pengelola juga membebaskan biaya parkir bagi pedagang yang berjualan di dalam area masjid.

“Pedagang kami gratiskan parkirnya. Untuk pengunjung mengikuti aturan pengelola parkir yang bertugas,” kata Khaeroni.

Salah satu pedagang takjil, warga Kotabaru, Itoh, mengaku sudah 16 tahun rutin berjualan di bazar Ramadan masjid tersebut. Ia menyiapkan berbagai lauk dan makanan berbuka seperti ketan bintul, bubur sumsum, kolak sejak selepas salat Subuh hingga sekitar pukul 13.00 WIB, lalu berangkat ke lokasi pukul 13.30 WIB untuk menata dagangan.

“Kalau jualan di rumah kadang habis kadang tidak. Tapi kalau di sini alhamdulillah biasanya habis menjelang Magrib,” katanya.

Ia berjualan penuh selama Ramadan dan mengaku suasana tahun ini tetap ramai meski ada perubahan tata letak lapak. “Sekarang jalannya tidak ada di tengah seperti dulu. Jadi agak sempit, tapi pembeli tetap banyak,” ujarnya.

Pedagang lain, warga Bumi Agung Permai 2, Akmal, turut merasakan dampak keramaian bazar. Ia menjual urap, pecel, risol mayo, risol sayur, es jeruk, dan es teh. Sehari-hari ia berstatus mahasiswa dan membantu usaha keluarga.

“Biasanya saya jualan di kampus, sekarang ikut bantu keluarga di sini sampai H-1 Lebaran,” kata Akmal.

Menurutnya, pembeli datang silih berganti setiap sore. Meski area terasa lebih padat karena akses jalan di tengah ditiadakan, minat warga tetap tinggi.

“Cukup ramai tiap hari. Memang agak susah kalau lalu lalang karena lebih sempit, tapi tetap ramai pembeli,” ujarnya.

Menjelang azan Magrib, sebagian besar lapak terlihat hampir kosong. Warga yang datang tidak hanya membeli untuk dibawa pulang, tetapi juga berkumpul bersama keluarga di sekitar area masjid. Bazar takjil di Masjid Agung Ats-Tsauroh pun terus menjadi pusat keramaian dan penggerak ekonomi warga sepanjang Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....