Tarawih Ramadan Sarat Ampunan dan Keutamaan

  • 22 Feb 2026 13:49 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Salat tarawih pada bulan suci Ramadan memiliki keutamaan besar sebagai sarana pengampunan dosa dan peningkatan kualitas keimanan umat Islam. Keutamaan tersebut disampaikan Ustadzah Ai Judiyyah Fahmi dalam program Mutiara Pagi, Minggu, 22 Februari 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan riwayat dari Siti Fatimah Aisyah, Rasulullah SAW menyampaikan keutamaan tarawih yang berbeda pada setiap malam Ramadan. Pada malam pertama, seorang muslim yang melaksanakan tarawih akan keluar dari dosa-dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan.

Keutamaan ini menjadi pembuka motivasi agar umat Islam bersungguh-sungguh menghidupkan malam Ramadan.

“Pada malam pertama, Allah mengampuni dosa seorang hamba sebagaimana ia dilahirkan oleh ibunya,” katanya.

Ia menambahkan, malam-malam berikutnya tarawih tidak hanya bernilai penghapus dosa pribadi, tetapi juga menjadi sebab diampuninya dosa kedua orang tua. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah seorang anak memiliki dampak spiritual bagi keluarganya, khususnya orang tua yang telah berjasa dalam kehidupan.

Menurutnya, keutamaan tersebut seharusnya mendorong umat Islam agar tidak meremehkan salat, baik salat wajib maupun salat sunah Ramadan. Ia menegaskan bahwa dzikir dan ibadah yang dilakukan hendaknya juga diniatkan sebagai hadiah pahala bagi orang tua.

“Kalau kita berdzikir dan tarawih, niatkan pahalanya untuk orang tua,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tarawih menjadi sarana pendidikan ruhani agar umat terbiasa disiplin dalam ibadah. Konsistensi menjalankan tarawih, meski dengan kemampuan terbatas, dinilai lebih utama dibanding semangat di awal Ramadan yang kemudian mengendur.

Dalam konteks kehidupan modern, ia menilai tarawih menjadi ruang jeda spiritual dari rutinitas duniawi. Ramadan tidak hanya mengajarkan menahan lapar, tetapi juga menghidupkan malam dengan ibadah yang penuh makna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....