Tak Hanya Menahan Lapar, Puasa Menjaga Lisan dan Perbuatan

  • 18 Feb 2026 07:28 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam diingatkan agar tidak memaknai puasa hanya sebatas sah secara fikih, tetapi juga bernilai secara spiritual dan moral. Puasa yang berkualitas dinilai harus mampu menahan seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang dilarang, termasuk menjaga lisan dan hati.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Deni Rusli, dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten, Selasa, 17 Februari 2026. Ia menjelaskan banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapatkan pahala karena tidak menjaga perilaku dan ucapan selama menjalankan ibadah puasa.

“Banyak orang berpuasa, tetapi yang didapat hanya lapar dan haus karena mulutnya masih gibah dan hatinya penuh dengki,” ujarnya.

Menurut Ustaz Deni, puasa sejati mencakup pengendalian seluruh pancaindra agar tidak melakukan perbuatan yang merusak nilai ibadah, seperti fitnah, kebohongan, dan adu domba. “Puasa bukan hanya tidak makan dan minum, tetapi mata, telinga, tangan, dan hati juga harus ikut berpuasa,” katanya.

Selain itu, Ramadan merupakan bulan kepedulian sosial. Umat Islam dianjurkan memperbanyak sedekah, membantu fakir miskin, dan berbagi rezeki, termasuk melalui usaha berbagi yang tetap dibolehkan selama niat utamanya adalah kebaikan dan kebermanfaatan.

“Memberi makan orang lain di bulan Ramadan adalah amalan yang sangat dicintai Allah, meski dilakukan sambil berusaha secara wajar,” ucapnya.

Ustaz Deni juga menekankan pentingnya niat dan keikhlasan dalam setiap amal Ramadan, karena nilai ibadah sangat ditentukan oleh ketulusan hati. Ia mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai kesempatan terbaik memperbaiki diri sebelum kembali kepada Allah SWT.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....