Munggahan jelang Ramadan Jangan Jadi Ajang Pamer
- 15 Feb 2026 07:09 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Tradisi munggahan menjelang Ramadan menjadi salah satu bentuk ekspresi kegembiraan masyarakat dalam menyambut bulan suci. Kegiatan makan bersama keluarga atau kerabat ini telah lama dilakukan sebagai simbol syukur dan persiapan memasuki Ramadan. Namun, pelaksanaannya perlu dijaga agar tetap bernilai ibadah dan tidak melenceng dari ajaran Islam.
Ustazah Ai Judiyyah Fahmi menjelaskan bahwa munggahan pada dasarnya diperbolehkan dalam Islam. Menurutnya, tradisi tersebut dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi dan saling memaafkan sebelum menjalani ibadah puasa. “Semua tradisi itu boleh selama tidak melanggar syariat,” katanya dalam Mutiara Pagi bersama Pro 1 RRI Banten, Minggu, 15 Februari 2026.
Ia menegaskan, nilai utama munggahan terletak pada niat dan cara pelaksanaannya. Jika diniatkan untuk memperkuat hubungan keluarga dan membersihkan hati, munggahan dapat menjadi amalan yang bernilai pahala. Sebaliknya, tradisi ini akan kehilangan maknanya apabila dilakukan hanya untuk memenuhi gengsi sosial.
Ustazah Ai Judiyyah mengingatkan agar munggahan tidak disertai perilaku berlebihan, seperti pamer kemewahan, memaksakan kondisi ekonomi, atau sampai melalaikan kewajiban ibadah. Tradisi yang dilakukan tanpa kendali justru dapat menghilangkan keberkahan Ramadan. “Kalau sampai sombong dan lalai ibadah, maka rusak nilai amalnya,” ujarnya.
Selain aspek kebersamaan, munggahan juga dinilai sebagai momentum persiapan batin. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat menata kembali niat, menurunkan emosi, serta memperbaiki hubungan yang sempat renggang. Kesederhanaan dan keikhlasan menjadi kunci agar munggahan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan.
Ia menambahkan, Islam tidak pernah memberatkan umatnya dalam menyambut Ramadan. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu memaksakan diri mengikuti tradisi munggahan jika tidak mampu. Kesederhanaan justru mencerminkan ketulusan dalam beribadah dan kesiapan hati menyambut bulan penuh rahmat.
Melalui pemahaman yang tepat, Ustazah Ai Judiyyah berharap tradisi munggahan tetap dilestarikan sebagai budaya yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Dengan niat yang lurus, munggahan dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT menjelang Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....