Soal Partisipasi Pemilu di Pandeglang Lebih Rendah dari Pilkades, Begini Penjelasan KPU

  • 23 Mei 2023 16:16 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Angka partisipasi pemilih didua hajat Pemilihan Umum (Pemilu) di Kabupaten Pandeglang, selalu meleset dari target. Pemilu serentak 2019, capaian partisipasi pemilih hanya 76,6 pesen dari target yang ditetapkan sebesar 77,5 persen.

Begitu juga dengan Pilkada 2020, yang hanya diikuti oleh 69 persen pemilih dari target 76 persen. Sementara saat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2020, 80 pemilih menyalurkan hak suaranya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang, Ahmad Sujai menilai, ada beberapa indikator yang membuat partisipasi Pilkades lebih tinggi dibanding Pemilu. Diantaranya soal adanya upaya penjemputan terhadap pemilih untuk mendatangi bilik suara.

“Saya juga kadang-kadang kalau ngomong Pilkades agak bingung, ya. Kalau ya mohon maaf Pilkades ya apakah mungkin pemilihnya ada semacam proses penjemputan gitu kan atau bagaimana? Informasi yang saya dapat katanya ada juga yang dijemput gitu,” katanya, Selasa (23/5/2023).

Sujai juga menyebut, faktor emosional peserta Pilkades dengan keluarga ikut memengaruhi tingkat partisipasi pemilih.

‘Mungkin karena bicara masalah persoalan yang nyalon itu adalah saudara keluarga dan sebagainya, teman kecil dan sebagainya, maka yang dari luar kota pun pulang kan seperti itu, ya,” ucap dia.

Jadwal pencoblosan juga tak luput dari faktor lain yang ikut berpengaruh. Waktu pencoblosan Pileg atau Pilkada, digelar pada saat hari kerja sementara Pilkades, dilangsungkan dihari libur.

“Kalau Pileg memang banyak alasan. Kalau hasil riset yang sudah dilakukan oleh berbagai pihak, ada kemalasan juga dari pemilih. Misalkan yang tempat tinggalnya di luar daerah. misalkan (pencoblosan) Rabu pulang Selasa, Rabu harus baik lagi. Sudah kalkulasi persoalan cost untuk bolak-balik,” ujar Sujai.

Namun begitu, KPU menegaskan tetap berusaha optimal merealisasikan target partisipasi pemilih pada Pemilu sernetak 2024 mendatang, sebesar 79,5 persen. KPU terus melakukan sosialisasi keberbagai tempat sekaligus menggandeng pihak-pihak terkait untuk menggenjot partisipasi pemilih.

“Jadi harus betul-betul ditimbulkan kaitan dengan kesadarannya sebagai warga negara yang baik. Kalau belum tertanam rasa kenegaraan, rasa cinta tanah airnya, bahwa Pemilu itu kan masyarakat itu secara tidak langsung diajak untuk menentukan arah bangsa arah negara,” kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....