Bupati Lebak Kritik Lemahnya Prestasi Atlet di Tingkat Provinsi
- 08 Okt 2025 19:03 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiqi Jayabaya, menyoroti lemahnya prestasi olahraga Kabupaten Lebak di tingkat Provinsi Banten. Hingga saat ini, Lebak belum pernah menembus tiga besar dalam ajang olahraga provinsi, salah satunya disebabkan oleh keterbatasan anggaran pembinaan atlet. Menurut Bupati Hasbi, anggaran menjadi faktor kunci dalam pembinaan olahraga di daerah. Ia juga menyinggung fenomena yang sudah menjadi rahasia umum di dunia olahraga daerah, yakni praktik jual beli atlet dan medali.
“Kuncinya ada di anggaran. Karena saya rasa sudah menjadi rahasia umum adanya jual beli medali, jual beli atlet. Sangat disayangkan, mau sampai kapan kita seperti ini?” ujar Hasbi usai menghadiri pelantikan Pengurus KONI Kabupaten Lebak prepare 2025-2029, di Rangkasbitung, Rabu (8/10/2025).
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lebak sudah sejak lama berupaya memberdayakan atlet lokal. Bahkan sejak tahun 2012) saat Lebak menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten, ia menolak menggunakan atlet bayaran. “Waktu itu saya sampaikan, jangan kita jadi tuan rumah tapi membeli atlet. Tidak apa-apa kita kalah, yang penting pakai atlet lokal. Sekarang hasilnya sudah mulai terasa, salah satunya ada atlet berprestasi asal Lebak, Nida, yang kini menjadi anggota kepolisian. Ini bukti proses pembinaan jangka panjang harus kita lalui,” ucapnya.
Hasbi juga menekankan agar anggaran yang tersedia dapat dioptimalkan oleh KONI Kabupaten Lebak, dengan fokus pada cabang olahraga yang menjadi prioritas. “Saya minta anggaran yang ada dioptimalkan terlebih dahulu oleh KONI. Kajilah berapa cabang olahraga yang jadi skala prioritas. Kita juga harus punya rasa memiliki. Kalau tidak dibayar lalu tidak mau kerja dan tidak mau meningkatkan prestasi, berarti kita tidak punya rasa nasionalisme,” katanya.
Ketua KONI Kabupaten Lebak, Yeppy Wahyu Wandiana, mengakui bahwa banyak cabang olahraga (cabor) asal Lebak yang sebelumnya belum berhasil meraih medali. Namun, ia optimistis ke depan hal itu akan berubah. “Memang tahun-tahun kemarin banyak cabor yang belum dapat medali, tapi insya Allah tahun ini dan ke depannya bisa meraih prestasi lebih baik,” kata Yeppy.
Terkait penggunaan atlet bayaran, Yeppy tidak menampik bahwa hal itu sulit dihindari. Namun, pihaknya berupaya menekan praktik tersebut dengan cara pendekatan personal terhadap para atlet. “Untuk menghindari penggunaan atlet bayaran memang sulit, karena di satu sisi atlet juga butuh kesejahteraan, sementara kita terbatas secara keuangan. Jadi kita coba pendekatan kekeluargaan dengan para atlet. Kalau pun harus pindah, ya harus ada kejelasan,” ujar Yeppy.
Melalui optimalisasi anggaran dan pembinaan jangka panjang terhadap atlet lokal, Pemerintah Kabupaten Lebak dan KONI berharap prestasi olahraga daerah bisa meningkat tanpa harus bergantung pada praktik instan seperti membeli atlet dari luar daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....