Okupansi Stabil, PHRI Pandeglang Evaluasi Aktivitas Wisata Selama Nataru
- 02 Jan 2026 14:21 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang mencatatkan tren positif keterisian kamar (okupansi) hotel selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Meski cuaca ekstrem membayangi wilayah pesisir, sejumlah akomodasi di kawasan wisata Tanjung Lesung, Carita, hingga pusat kota mampu mencapai angka hunian 80 hingga 100 persen.
Lonjakan kunjungan ini didominasi wisatawan asal Jabodetabek dan Bandung, serta wisatawan lokal Banten. Secara umum, menurutnya durasi menginap rata-rata pengunjung berada pada angka tiga hari dua malam, khususnya pada puncak libur tanggal 25-27 Desember dan 31-1 Januari.
Baca juga: Wisatawan ke CAS Cikole Selama Libur Nataru Menurun
Ketua PHRI Pandeglang, Widiasmanto menyebut, variasi okupansi hotel di wilayahnya bergerak dinamis di rentang 70 hingga 100 persen. Klaster hotel dengan fasilitas lengkap di Tanjung Lesung seperti Tanjung Lesung Beach Resort dan Kalicaa Villa, serta Mutiara Carita di kawasan Carita menjadi destinasi yang paling banyak dipilih wisatawan.
“Ada hotel yang okupansinya bisa di atas 90 sampai 100 persen, tapi ada juga yang di kisaran 70 sampai 80 persen. Jadi memang tidak semuanya penuh, tapi juga tidak sepi,” ujarnya, Jumat (2/1/2025).
Baca juga: PHRI Diminta Rangkul dan Promosikan UMKM Kabupaten Tangerang
Menurut Widiasmanto, pengelola hotel memilih tidak menambah unit kamar, melainkan memaksimalkan kapasitas tersedia melalui strategi paket promosi di luar malam pergantian tahun. Langkah tersebut dinilainya efektif menjaga konsistensi arus kunjungan wisatawan selama 12 hari masa liburan. Walaupun kunjungan di objek wisata pantai umum menurutnya sempat menurun akibat faktor cuaca.
Menyikapi tantangan alam, PHRI menekankan pentingnya diversifikasi produk wisata bagi para pelaku usaha. Ketergantungan pada aktivitas luar ruangan seperti pantai dinilainya kurang efektif di tengah kondisi cuaca yang fluktuatif. Ia mendorong pengelola akomodasi untuk menyediakan opsi kegiatan di darat atau dalam ruangan guna menjaga pengalaman berwisata tetap optimal meski cuaca tidak mendukung.
Baca juga: PHRI Pandeglang Dorong Pariwisata Berbasis Potensi Lokal
“Kalau cuaca tidak mendukung, harus ada aktivitas indoor atau darat, supaya wisatawan tetap punya pilihan dan tidak kecewa,” ujar Widiasmanto.
Widiasmanto juga mendorong Pemerintah Daerah untuk lebih proaktif dalam mengintegrasikan sektor UMKM dengan destinasi wisata. Keberadaan wadah gelar produk UMKM yang tertata di titik-titik strategis dinilainya akan menambah daya tarik bagi wisatawan luar kota maupun mancanegara. Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadikan produk lokal sebagai bagian dari destinasi yang mampu meningkatkan nilai ekonomi kerakyatan di sekitar kawasan hotel. (Ridwan Maulana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....