Pemkab Lebak Petakan Kerawanan Hadapi Libur Nataru

  • 10 Des 2025 18:23 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran aktivitas masyarakat. Upaya ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Kewaspadaan Dini yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, Rabu (10/12/2025) di Aula Multatuli, Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak.

Rakor tersebut digelar sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi potensi kerawanan selama periode libur panjang, terutama meningkatnya aktivitas masyarakat dan wisatawan di berbagai titik strategis. Pemerintah daerah menilai momentum Nataru sebagai periode yang membutuhkan kesiapan ekstra di seluruh sektor.

Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga kondusifitas wilayah. “Koordinasi yang kuat adalah kunci agar kita dapat mengantisipasi berbagai potensi kerawanan selama Nataru,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh OPD dan sektor terkait harus tetap siaga memberikan pelayanan optimal. “Kita ingin masyarakat dan wisatawan merasakan suasana Lebak yang aman, tertib, dan nyaman selama libur akhir tahun,” ucapnya.

Beberapa titik strategis yang mendapat perhatian khusus antara lain kawasan wisata, jalur lalu lintas utama, pusat keramaian, dan wilayah yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Semua potensi kerawanan tersebut dipetakan untuk memudahkan pengambilan keputusan di lapangan.

Fokus pembahasan juga meliputi prediksi peningkatan arus wisatawan yang diperkirakan terjadi di berbagai destinasi unggulan Kabupaten Lebak. Pemerintah daerah menilai perlunya penanganan cepat, terutama terkait manajemen kunjungan di objek wisata.

Selain itu, skema pengaturan lalu lintas menjadi salah satu agenda penting dalam Rakor. Hal ini mengingat jalur penghubung antarwilayah dan akses menuju destinasi wisata diprediksi akan mengalami peningkatan volume kendaraan.

Kesiapan infrastruktur pendukung, baik di sektor transportasi maupun fasilitas umum lainnya, turut dibahas sebagai upaya menjaga kenyamanan para pengunjung. Pemerintah daerah memastikan seluruh perangkat teknis siap mendukung kelancaran layanan di lapangan.

Sejumlah langkah mitigasi komprehensif juga dirumuskan dalam pertemuan tersebut. Mulai dari penguatan sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan, hingga penyiapan mekanisme respons cepat jika terjadi insiden di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....