Balawista Pandeglang Siagakan Personel di 17 Destinasi Wisata

  • 24 Des 2024 12:18 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Pandeglang menerjunkan 50 personel yang tersebar di 17 destinasi wisata. Keberadaan puluhan personel Balawista itu guna memberikan layanan keselamatan bagi wisatawan yang berkunjung ke objek wisata di Kabupaten Pandeglang selama libur akhir tahun 2024.

Puluhan personel Balawista itu akan bertugas sejak 25 Desember 2024 sampai dengan 1 Januari 2025. Adapun 17 destinasi yang masuk dalam penjagaan Balawista tersebar diberbagai pantai di kawasan Carita, Tanjung Lesung, dan Sumur.

“Pantai Karangsari, Pasir Putih, Lippo selatan dan utara, dan Pantai Kodok di Kawasan Pantai Carita. Sementara di daerah Sumur ada 2 titik penjagaan, yakni Daplangu 1 dan Daplangu 2. Kemudian Balawista juga menempatkan personelnya di kawasan Tanjung Lesung,” kata Ketua Balawista Pandeglang, Agus Taufiq Hidayat, Selasa (24/12/2024).

Baca juga: Wisatawan Diimbau Cermati Kondisi Cuaca Sebelum Liburan

Dia menjelaskan, layanan yang disediakan Balawista berupa penyiapan petugas keselamatan, peralatan pertolongan dan layanan mobilitas pertolongan. Agus menambahkan, memberi layanan dan penjagaan kepada wisatawan pada momen libur Nataru sangat penting. Apalagi kunjungan wisatawan diprediksi akan membludak.

“Sasarannya untuk kenyamanan dan keamanan para wisatawan yang datang ke destinasi yang ada di wilayah kabupaten Pandeglang jadi Balawista itu akan stand by mengamankan khususnya untuk para wisatawan yang berenang di destinasi tersebut,” ujarnya.

Dia mengaku telah bekerja sama dengan TNI-Polri, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK), Basarnas, serta relawan lainnya.

Baca juga: BPTD Banten Siapkan 1.509 Bus untuk Libur Nataru 2025

Meski begitu, ia mengimbau kepada pengelola pantai di Pandeglang berkolaborasi dengan Balawista agar dapat menyediakan petugas dalam menjaga keselamatan wisatawan. Sementara bagi wisatawan, diingatkan untuk mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang serta memperhatikan arahan personel di lapangan.

“Kalau lihat personel ya mungkin karena para pengelolanya kurang paham juga terkait adanya Balawista ya mungkin mereka itu agak sedikit kurang memaksimalkan gitu dengan tenaga Balawista, tapi nanti pas ada kejadian baru mereka sadar oh penting juga untuk pengamanan itu,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....