Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Normal

  • 07 Sep 2026 21:39 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Cilegon - Aktivitas penyeberangan Merak-Bakauheni pasca erupsi Gunung Anak Krakatau masih berjalan normal. Operasional kapal tetap berlangsung dua puluh empat jam dengan jumlah kapal yang beroperasi mencapai dua puluh delapan hingga tiga puluh dua unit kapal.

General Manager ASDP Merak Umar Imran Batubara mengatakan, sejak terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau hingga saat ini aktivitas penyeberangan dari Merak menuju Bakauheni maupun sebaliknya, masih berjalan normal. Operasional penyeberangan tetap berlangsung selama dua puluh empat jam.

Sementara itu jumlah kapal yang dioperasikan berkisar antara dua puluh delapan hingga tiga puluh dua unit. “Erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penyeberangan dapat kami sampaikan bahwa untuk saat ini dari sejak erupsi sampai saat ini kegiatan penyeberangan dari Merak ke Bakauheni masih tetap jalan dengan normal pak dan apa kegiatan operasionalnya itu tetap berjalan 24 jam. Bisa terlihat dari hari Jumat sampai saat ini memperkenalkan sampai 32 unit kapal masih tetap bisa dioperasikan untuk,” ujar Umar kepada RRI melalui wawancara dating Senin 7 Agustus 2026.

Umar menyebut, berdasarkan hasil komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait, kondisi pelayaran Merak-Bakauheni maupun sebaliknya masih aman untuk dilalui. Meski demikian, abu vulkanik sempat terdampak ke arah Bakauheni.

Namun, pihak ASDP telah melakukan antisipasi dengan memberikan informasi kepada pengguna jasa di pelabuhan mengenai kondisi terkini. “Hasil komunikasi koordinasi kami dengan para nahkoda juga bahwa dalam pelayaran dari Merak ke Bakauheni atau sebaliknya itu untuk operasional kapal masih aman untuk pelayaran hanya yang kemarin yang ada dampak dari abu ya sampai di Merak,” ucap Umar.

ASDP mengimbau seluruh nahkoda untuk terus memberikan informasi kepada pengguna jasa terkait kondisi pelayaran selama perjalanan. Sebagai langkah antisipasi, pihak ASDP juga membagikan masker kepada pengguna jasa terutama apabila terdapat abu vulkanik di sekitar pelabuhan maupun selama proses penyeberangan.

“Kami juga memberikan informasi kepada pengguna jasa yang ada di pelabuhan kemudian baik di kapal juga kami mengintruksikan kepada seluruh nahkoda untuk selalu memberikan informasi kepada pengguna jasa mengenai kondisi pelayaran dari Merak dan Bakau jadi informasi itu nah terus kami sampaikan dan antisipasinya juga menggunakan masker pada saat menyebrang,” katanya.

Lebih lanjut, Umar mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektoral, termasuk dengan pihak regulator dan BMKG khususnya terkait aspek keselamatan pelayaran. Perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terus dipantau dan diperbarui secara berkala. Informasi tersebut selanjutnya disampaikan kepada para pihak operator, sebagai bahan antisipasi dalam pelaksanaan penyeberangan.

“Kami di sini juga ada grup ya lintas sektoral ya tentunya terhadap penyeberangan semuanya akan kami ikuti dari pihak KSOP selaku regulator untuk masalah keselamatan ya termasuk BMKG juga jadi setiap saat kami selalu mengupdate perkembangan erupsi gunung Anak Krakatau dan kami akan selalu infokan ke para pihak operator,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan data ASDP Merak jumlah penumpang dan kendaraan sejak Jumat hingga kemarin memang mengalami fluktuasi. Namun, kondisinya masih dalam batas normal seperti hari-hari biasa.

Hingga saat ini, belum terlihat pengaruh signifikan berupa penurunan jumlah penumpang maupun kendaraan/ yang menggunakan jasa penyeberangan Merak-Bakauheni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....