Baznas Banten Salurkan 90 Ribu Liter Air Bersih

  • 31 Agt 2026 13:21 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Baznas Provinsi Banten menyalurkan kebutuhan air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah yang mengalami krisis air.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Baznas terhadap masyarakat Banten yang kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau. Bantuan air bersih telah disalurkan ke sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Banten yang teridentifikasi mengalami kekeringan.

Wakil Ketua II Baznas Provinsi Banten, Pery Hasanudin, mengatakan penyaluran air bersih hingga saat ini telah mencapai sekitar 90 ribu liter. "Untuk saat ini, sudah sekitar 90 ribu liter air bersih yang kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Pery Hasanudin, Senin, 31 Agustus 2026.

Bantuan tersebut diberikan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan tingkat kebutuhan masyarakat. Baznas Provinsi Banten juga terus melakukan pemantauan terhadap daerah-daerah yang mengalami kekeringan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Salah satu wilayah yang mendapatkan bantuan air bersih adalah Kabupaten Lebak. Penyaluran di daerah tersebut telah dilakukan sebanyak dua kali.

Penyaluran pertama di Kabupaten Lebak dilakukan di Kecamatan Cipanas. Bantuan diberikan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kondisi kemarau. Selanjutnya, penyaluran kedua dilakukan di Kecamatan Leuwidamar dan Kecamatan Muncang.

Masyarakat di wilayah tersebut juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan. Pery mengatakan penyaluran bantuan air bersih di Kabupaten Lebak maupun wilayah lainnya dilakukan dengan melibatkan Baznas kabupaten dan kota.

"Untuk penyaluran, kami bekerja sama dengan Baznas kabupaten dan kota karena Baznas setempat lebih mengetahui wilayah mana saja yang mengalami kekeringan," ujarnya. Keterlibatan Baznas kabupaten dan kota sangat penting dalam menentukan lokasi penyaluran bantuan.

Hal tersebut karena Baznas di tingkat kabupaten dan kota memiliki informasi yang lebih dekat mengenai kondisi masyarakat di wilayah masing-masing. Dengan koordinasi tersebut, bantuan air bersih diharapkan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Selain mengandalkan laporan dari Baznas daerah, Baznas Provinsi Banten juga telah melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan. Pemetaan dilakukan untuk mengetahui daerah yang membutuhkan intervensi bantuan air bersih, terutama wilayah yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Pery menambahkan, Baznas Provinsi Banten memiliki tim tanggap darurat yang bertugas memantau kondisi masyarakat terkait berbagai kejadian bencana, termasuk kekeringan. "Tim tanggap darurat kami terus memantau kondisi di masyarakat, termasuk daerah-daerah yang mengalami bencana kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih," kata Pery.

Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya Baznas untuk merespons kebutuhan masyarakat secara cepat ketika terjadi kondisi darurat. Baznas Provinsi Banten berkomitmen untuk melanjutkan penyaluran air bersih selama masih terdapat masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat musim kemarau.

Pery berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan. "Kami berkomitmen untuk terus memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan," ucap Pery Hasanudin.

Baznas Provinsi Banten juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan, sehingga kebutuhan air bersih dapat terpenuhi selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....