Lebak Jadi Lokasi Intervensi Deteksi Penyakit Zoonosis
- 28 Agt 2026 17:23 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Kabupaten Lebak menjadi salah satu dari enam daerah di Indonesia yang ditetapkan sebagai lokasi intervensi penuh Program STRIDES-GHS (Strengthening Infectious Disease Detection Systems – Global Health Security). Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kewaspadaan, kesiapsiagaan, serta kemampuan daerah dalam mendeteksi dan merespons secara cepat berbagai ancaman zoonosis dan penyakit infeksius baru yang berpotensi menimbulkan pandemi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapperida Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, Kamis 27 Agustus 2026, mengatakan, pelaksanaan program tersebut menjadi momentum penting bagi Kabupaten Lebak dalam memperkuat sinergi lintas sektor menghadapi ancaman penyakit menular. Salah satu perhatian utama dalam program tersebut adalah ancaman penyakit zoonosis yang dapat ditularkan dari hewan kepada manusia.
“Program STRIDES-GHS ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan daerah, sekaligus memperkuat kapasitas dalam melakukan penilaian risiko, deteksi, hingga respons cepat terhadap ancaman zoonosis dan penyakit infeksius baru yang berpotensi menjadi pandemi,” ujar Widy Ferdian.
Ia mengatakan, penguatan kapasitas daerah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan kesehatan nasional, terutama dalam menghadapi potensi munculnya penyakit menular baru. Kabupaten Lebak dalam pelaksanaan program tersebut mendapatkan cakupan intervensi penuh bersama lima kabupaten lainnya di Indonesia.
Kelima daerah tersebut yakni Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Subang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Sukoharjo. Widy menjelaskan, Program STRIDES-GHS dijadwalkan dilaksanakan pada periode September hingga Desember 2026 dengan melibatkan berbagai sektor terkait di daerah.
Pelaksanaan program tersebut didukung oleh sumber pendanaan Pemerintah Amerika Serikat melalui U.S. Department of State. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menjadi pelaksana utama program STRIDES-GHS.
Salah satu fokus utama program adalah meningkatkan kapasitas deteksi dan rujukan laboratorium veteriner di daerah. Penguatan kapasitas tersebut mencakup pelatihan biosafety dan biosecurity, peningkatan kemampuan diagnostik molekuler, serta penguatan kapasitas sekuensing genomik.
Kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi dan mengidentifikasi ancaman penyakit secara lebih cepat, tepat, dan akurat. “Penguatan laboratorium menjadi sangat penting karena deteksi dini merupakan kunci dalam mencegah meluasnya suatu penyakit,” kata Widy.
Selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, program tersebut juga mencakup dukungan peralatan dan perbekalan pengujian laboratorium serta penguatan sistem rujukan spesimen. Penguatan sistem laboratorium akan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kemampuan daerah untuk melakukan deteksi dini terhadap ancaman penyakit.
Selain sektor laboratorium, STRIDES-GHS juga diarahkan untuk memperkuat sistem informasi dan pelaporan penyakit zoonosis di tingkat daerah. Salah satunya dilakukan melalui penguatan IV Lab serta interoperabilitas pelaporan zoonosis melalui iSIKHNAS.
Pemanfaatan data secara terpadu tersebut menjadi bagian penting dalam penerapan pendekatan One Health yang mengintegrasikan aspek kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Program STRIDES-GHS juga mencakup penguatan surveilans, deteksi outbreak, serta pembentukan atau penguatan Tim Koordinasi Daerah (TIKORDA) di tingkat kabupaten.
Tim tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kejadian luar biasa maupun ancaman penyakit yang dapat berkembang menjadi epidemi dan pandemi. “Kesiapsiagaan daerah tidak cukup hanya dengan membangun sistem deteksi, tetapi juga harus diikuti dengan kemampuan melakukan respons secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Widy.
Ia menilai keterlibatan Kabupaten Lebak sebagai daerah dengan cakupan intervensi penuh merupakan kesempatan strategis untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam menghadapi ancaman zoonosis. Widy berharap pelaksanaan program tersebut dapat memperkuat kesiapan seluruh sektor terkait sehingga Kabupaten Lebak memiliki kemampuan deteksi, pelaporan, dan respons yang semakin baik terhadap ancaman penyakit menular.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....