Listrik Sawah Bantu Petani Lebak Atasi Kemarau

  • 24 Agt 2026 20:02 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Pertanian Kabupaten Lebak terus mendorong pemanfaatan jaringan listrik untuk mendukung sistem pengairan sawah yang menggunakan pompa air listrik. Program tersebut ditujukan untuk membantu petani mendapatkan sumber energi yang lebih mudah dalam mengoperasikan pompa untuk mengairi lahan pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan pihaknya telah membantu sejumlah petani melalui gabungan kelompok tani (gapoktan) dalam penyediaan listrik di area persawahan. Jaringan listrik tersebut dipasang oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada lokasi persawahan yang memenuhi persyaratan teknis.

"Sudah ada beberapa petani melalui gapoktan yang kami bantu penyediaan listriknya di sawah dan pemasangannya dilakukan oleh PLN," kata Rahmat, Senin, 24 Agustus 2026.

Bantuan tersebut terutama menyasar petani yang selama ini masih mengandalkan mesin pompa berbahan bakar diesel untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah Dengan adanya jaringan listrik, petani diharapkan dapat menggunakan pompa air listrik untuk mengairi lahan secara lebih efektif.

Namun, tidak seluruh area persawahan dapat langsung mendapatkan jaringan listrik pertanian tersebut. Rahmat menjelaskan, pemasangan jaringan listrik bergantung pada keterjangkauan lokasi persawahan terhadap jaringan listrik yang telah tersedia.

"Yang bisa dipasang terutama gapoktan yang sawahnya terjangkau jaringan listrik, misalnya dekat atau memiliki akses dengan tiang listrik," ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam memperluas pemasangan jaringan listrik untuk kebutuhan irigasi persawahan di Kabupaten Lebak. Petani yang lokasinya jauh dari jaringan listrik existing membutuhkan pertimbangan dan penanganan lebih lanjut sebelum pemasangan dapat dilakukan.

Sistem kelistrikan yang digunakan petani dapat menggunakan mekanisme listrik pascabayar maupun sistem pembelian pulsa listrik. Skema tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan mekanisme pelayanan jaringan listrik yang digunakan pada masing-masing lokasi persawahan.

Rahmat menyebutkan, jumlah petani yang lahannya telah mendapatkan jaringan listrik pertanian saat ini masih relatif sedikit. "Persentase petani yang sawahnya sudah terpasang jaringan listrik pertanian ini masih sangat kecil, sesuai dengan pengajuan dari gapoktan," ucap Rahmat.

Pemasangan jaringan listrik untuk mendukung irigasi perpompaan merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian. Program tersebut ditujukan untuk membantu petani memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian, khususnya ketika pasokan air mengalami keterbatasan.

Kebutuhan tersebut semakin penting saat memasuki musim kemarau karena ketersediaan air untuk mengairi sawah cenderung berkurang. Dengan dukungan pompa yang menggunakan tenaga listrik, petani diharapkan dapat menjaga ketersediaan air bagi tanaman selama periode kemarau.

Penggunaan listrik juga diharapkan dapat menjadi alternatif bagi petani yang sebelumnya mengoperasikan pompa menggunakan mesin diesel. Dinas Pertanian Kabupaten Lebak akan terus memantau kebutuhan petani terkait pengembangan jaringan listrik untuk irigasi persawahan.

Rahmat mengatakan, perluasan jaringan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan pengajuan dan kebutuhan dari kelompok tani. "Ke depan, kami akan memperbanyak pemasangan jaringan listrik persawahan sesuai kebutuhan petani," katanya.

Ia berharap semakin banyak lahan pertanian yang dapat memperoleh dukungan jaringan listrik sehingga sistem pengairan sawah dapat berjalan lebih optimal, terutama ketika musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....