Kementan Salurkan Benih Kelapa Unggul untuk Lebak

  • 26 Mei 2026 06:17 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Kementerian Pertanian Republik Indonesia resmi menyalurkan bantuan benih kelapa unggul kepada kelompok tani di Kabupaten Lebak. Bantuan tersebut menjadi bagian dari program hilirisasi pertanian yang digalakkan pemerintah pusat guna meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi komoditas kelapa.

Sebanyak 220 ribu butir benih kelapa unggul disalurkan untuk mendukung pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Lebak. Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis di Desa Sindang Sari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Minggu 24 Mei 2026.

Bantuan benih tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian, Iim Mucharam. Penyerahan bantuan diterima oleh Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan Karya Makmur.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor perkebunan di Kabupaten Lebak.

Iim Mucharam mengatakan bantuan benih kelapa unggul merupakan bentuk nyata intervensi pemerintah di sektor hulu pertanian. Menurutnya, penguatan sektor hulu sangat penting guna memperkuat rantai pasok komoditas pertanian nasional.

“Ini adalah intervensi di sektor hulu sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat rantai pasok dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian nasional,” ujar Iim.

Ia menjelaskan, bantuan 220 ribu benih kelapa tersebut diperuntukkan bagi pengembangan lahan seluas 2.000 hektare. Program pengembangan kelapa itu dinilai memiliki potensi ekonomi besar bagi masyarakat Kabupaten Lebak.

Kelapa menjadi salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai jual tinggi jika dikelola secara optimal. Namun demikian, pemanfaatan komoditas kelapa selama ini dinilai masih belum maksimal, karena pemerintah pusat melakukan penguatan mulai dari tahap pembibitan hingga pengolahan hasil.

“Kualitas benih adalah kunci keberhasilan di hulu. Kami memastikan benih yang disalurkan merupakan varietas unggul yang adaptif terhadap kondisi lahan di Lebak,” kata Iim.

Menurutnya, penggunaan benih unggul akan menghasilkan produk kelapa berkualitas yang siap diolah di sektor industri hilir. Dengan begitu, produk perkebunan asal Lebak diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar.

Selain bantuan benih, pemerintah juga memberikan bantuan pupuk kepada para petani penerima program. Tidak hanya itu, bantuan operasional kegiatan atau HOK juga diberikan untuk mendukung proses penanaman.

Bantuan tersebut digunakan untuk pembuatan lubang tanam hingga proses penanaman bibit kelapa. Kementerian Pertanian juga memastikan adanya pendampingan teknis kepada para petani selama proses budidaya berlangsung.

Pendampingan dilakukan agar proses penanaman dan pemeliharaan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. “Kami akan memastikan pendampingan teknis berjalan terus agar penanaman dan pemeliharaan berjalan sesuai standar, sehingga target produksi dan mutu dapat tercapai,” ucapnya.

Program hilirisasi pertanian tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana produksi. Pemerintah juga menyiapkan pengembangan sistem pascapanen dan pengolahan hasil perkebunan kelapa.

Melalui langkah tersebut, produk kelapa asal Kabupaten Lebak diharapkan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, produk kelapa juga ditargetkan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Program serupa ke depan akan diperluas ke sejumlah daerah lain di Indonesia yang memiliki potensi perkebunan kelapa. Langkah itu dilakukan guna memperkuat kontribusi komoditas kelapa terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pertanian menyambut baik bantuan dari Kementerian Pertanian tersebut. Pemerintah daerah menilai program pengembangan kelapa akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani.

Program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Lebak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....