Disperindag Monitoring Harga Bahan Pokok
- 15 Apr 2026 21:55 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Cilegon - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, melaksanakan monitoring harga sejumlah bahan pokok di Pasar Blok F Kota Cilegon, Rabu 15 April 2026. Monitoring harga dilakukan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disperindag Kota Cilegon, Fitriadi Ahmad dan didampingi oleh kepala UPS Pasar Blok F Kota Cilegon, Yusuf Han dan petugas UPT Pasar Blok F.
Adapun sejumlah bahan pokok yang dilakukan monitoring. Diantaranya, harga kedelai, cabe merah kriting, minyak, tempe, dan kueh basah. Dimana, tercatat beberapa bahan pokok mengalami kenaikan.
Kabid Perdagangan pada Disperindag Kota Cilegon, Fitriadi Ahmad mengatakan, monitoring dilakukan menyusul adanya kenaikan harga Plastik yang mencapai dua kali lipat dari biasanya. Namun, kata Fitriadi, setelah dilakukan pengecekan langsung di Pasar Blok F dari 50 lebih bahan pokok hanya sekitar 5 jenis bahan pokok yang mengalami kenaikan.
“Dari 52 item bahan pokok itu, paing yang naik itu kurang lebih 4 hingga 5 item. Kalau yang lainya masih relatif stabil harganya,” ujar Fitriadi.
Adapun jenis bahan pokok yang mengalami kenaikan, Fitriadi menyampaikan, jajanan basah, makanan ringan dan sejenisnya. “Mungkin ada beberapa yang mengalami kenaikan. Seperti contoh, jajanan basah, namun mayoritas ga berdampak,” ucap Fitriadi.
Fitriadi mengimbau, kepada para pedagang dan masyarakat agar menggunakan plastik dengan bijak. “Iya kalau ga penting-penting amat jangan menggunakan plastik, kalau bisa lebih bijak," katanya.
Sementara, salah seorang pedagang sembako Saiful Bakhri menyampaikan, sejauh ini dagangan yang belum ada kenaikan yang cukup signifikan. " Kalau sembako sejauh ini belum ada kenaikan yang signifikan,” ucap Saiful.
Sementara itu, salah seorang pedagang plastik, Wardi mengaku harga plastik melonjak signifikan hingga mencapai 60/70 persen. “Makanya pembelinya berkurang. Karena butuh ya beli aja, tapi berkurang,” ucapnya.
Menurutnya, berkurangnya pembeli Pelastik lantaran para pembeli mulai kreatif untuk mengemas dagangannya. “Mungkin karena merak irit kali ya. Karena keliatan dari separuh omset yang didapatkan dalam sehari," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....