Jemaah Umrah Cilegon Tetap Berangkat Meski Timur Tengah Sedang Konflik
- 04 Mar 2026 15:12 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Cilegon – Konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat membuat kondisi di Timur Tengah memanas. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan niat warga untuk menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci Arab Saudi.
Salah satu travel umrah Al Inayyah di Cilegon, Banten, mengaku hingga kini belum ada ajuan pembatalan dari jemaah. Pihak travel menyatakan keputusan keberangkatan diserahkan sepenuhnya kepada jemaah.
Direktur Utama Travel Umroh Al Inayyah, Syubanul Rizza mengatakan, pihaknya telah memberikan opsi reschedule maupun pembatalan kepada seluruh jemaah. Namun, para jemaah sejauh ini memilih tetap pada jadwal yang telah ditentukan.
“Komunikasi dengan jemaah terus dilakukan secara intensif. Travel juga membuka ruang konsultasi bagi jemaah yang merasa khawatir,” katanya, Rabu, 4 Maret 2026.
Menurut Syubanul, dampak konflik lebih berpengaruh pada jalur penerbangan transit di sejumlah negara Timur Tengah. Beberapa rute yang biasanya melalui Doha, Abu Dhabi, atau Dubai menjadi perhatian.
Meski demikian, penerbangan langsung dari Indonesia ke Arab Saudi masih berjalan normal. Hal ini menjadi pertimbangan utama bagi jemaah yang tetap ingin berangkat.
Ia menjelaskan, penerbangan langsung dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional King Abdulaziz sejauh ini tidak mengalami kendala. Maskapai seperti Garuda Indonesia maupun Saudi Airlines tetap melayani rute direct flight.
Dengan rute langsung tersebut, penerbangan tidak transit di negara-negara yang terdampak konflik. Kondisi ini dinilai lebih aman bagi perjalanan ibadah. “Untuk penerbangan langsung sejauh ini masih tidak ada kendala apapun, baik melalui Garuda maupun Saudi Airlines. Alhamdulillah jemaah yang baru pulang hari ini juga tiba dengan aman dan sehat,” ujarnya.
Pada pagi hari, sejumlah jemaah umrah Al Inayyah telah kembali ke Tanah Air melalui penerbangan langsung dari Jeddah menuju Jakarta. Seluruh jemaah dilaporkan dalam kondisi baik. Kepulangan ini menjadi bukti bahwa perjalanan ibadah masih berjalan lancar. Pihak travel pun terus memantau perkembangan situasi internasional.
Meski situasi geopolitik di Timur Tengah memanas, pihak travel tetap optimistis keberangkatan jemaah selanjutnya dapat berjalan sesuai jadwal. Seluruh kebutuhan seperti tiket pesawat dan hotel telah dipesan sejak jauh hari. Karena itu, perubahan jadwal tentu akan berdampak pada penyesuaian teknis. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan jemaah.
Travel juga mengimbau jemaah yang merasa cemas agar segera menghubungi pihak manajemen. Opsi pembatalan maupun penjadwalan ulang tetap tersedia. Pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik serta informasi terkini. Transparansi menjadi prioritas dalam situasi seperti ini.
Syubanul berharap konflik di kawasan Timur Tengah segera mereda. Apalagi dalam waktu dekat umat Islam akan memasuki musim ibadah haji. Kondisi yang aman dan kondusif sangat diharapkan semua pihak. Dengan begitu, pelaksanaan umroh dan haji dapat berlangsung lancar tanpa hambatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....