Strategi Integrasi Infrastruktur Perkuat Konektivitas dan Ketahanan Nasional
- 22 Feb 2026 14:03 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Kementrian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) melakukan akselerasi pembangunan infrastruktur strategis yang terintegrasi guna memperkuat posisi tawar Indonesia sebagai negara maritim sekaligus meningkatkan ketahanan nasional. Fokus utama kebijakan ini mencakup penguatan sektor transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian yang disinergikan dengan pembangunan fasilitas dasar seperti bendungan dan irigasi. Langkah komprehensif tersebut diambil untuk menggerakkan roda perekonomian nasional serta mewujudkan pemerataan pembangunan dari Aceh hingga Papua pada tahun 2026.
Menko Infra, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa konektivitas antarwilayah merupakan faktor penentu dalam menciptakan efisiensi sistem logistik. Sebagai negara kepulauan yang luas, ia menilai tantangan geografis harus dijawab dengan pembangunan pelabuhan strategis dan bandara di wilayah terluar guna membuka isolasi daerah terpencil. Keberhasilan integrasi moda transportasi ini diharapkannya mampu menekan disparitas harga kebutuhan pokok yang selama ini menjadi beban ekonomi di wilayah Indonesia Timur.
"Membangun bangsa berarti membangun infrastruktur yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui perencanaan yang aman serta terintegrasi," ujar AHY, Minggu 22 Februari 2026.
Pemerintah juga memprioritaskan modernisasi armada serta fasilitas transportasi umum demi menjamin kenyamanan dan keamanan pengguna jasa secara nasional. pengembangan transportasi berbasis rel pun terus diperluas ke berbagai pulau besar sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada transportasi jalan raya. Menurut AHY transformasi ini tidak hanya bertujuan pada efisiensi waktu tempuh manusia, tetapi juga menciptakan sistem distribusi barang yang lebih ramah lingkungan dan kompetitif di pasar global.
Selain sektor transportasi, penguatan infrastruktur dasar seperti bendungan dan sistem irigasi menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan serta kemandirian air. Kemenko Infra memandang pembangunan bendungan di berbagai titik strategis didesain memiliki fungsi ganda, yakni sebagai penyedia air baku, pengendali banjir, hingga sumber energi terbarukan. Integrasi antarproyek infrastruktur ini dinilainya menjadi kunci dalam memangkas biaya logistik yang selama ini dianggap masih tinggi bagi para pelaku industri dalam negeri.
"Dengan menguatkan sektor transportasi darat, laut, udara, maupun kereta api, mudah-mudahan kita bisa meningkatkan potensi keunggulan kompetitif bangsa," ucapnya.
AHY menyebut peta jalan pembangunan infrastruktur tahun 2026 juga menitikberatkan pada penyediaan fasilitas air bersih dan kemandirian energi sebagai standar pelayanan minimum bagi masyarakat. Perencanaan yang aman dan proses pembangunan yang terintegrasi dianggapnya menjadi prinsip dasar agar setiap proyek strategis nasional memberikan dampak langsung pada kesejahteraan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....