Menko AHY Puji MIRA Institute Cetak Ulama Masa Depan

  • 22 Feb 2026 10:51 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran MIRA Institute di Serang, Banten. Lembaga ini dinilai sebagai center of excellence yang dipersiapkan untuk mencetak generasi ulama masa depan Indonesia dengan karakter unggul.

Menko AHY menegaskan fasilitas pendidikan di lembaga tersebut sangat mendukung proses penempaan santri dengan menghadirkan guru-guru dari berbagai negara. Para santri tidak hanya dibekali kemampuan menghafal Al-Qur'an dan ilmu agama yang relevan, tetapi juga diperkuat secara fisik melalui keterampilan berkuda dan memanah.

Hal ini dipandangnya krusial bagi pengembangan kualitas anak muda Indonesia agar memiliki nilai Islam yang kuat dan fisik prima.

"MIRA Institute ini akan menjadi center of excellence yang akan mencetak ulama-ulama masa depan Indonesia. Kita ingin melahirkan generasi penerus bangsa yang memiliki nilai kuat tentang Islam, moral tinggi, dan juga fisik yang prima," ujarnya saat berkunjung ke MIRA Institute di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, pada Sabtu 21 Februari 2026.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, dan tokoh agama Ustadz Adi Hidayat. Menko AHY meyakini kolaborasi yang kokoh antara pemimpin pemerintahan dan ulama akan menjadi solusi bagi berbagai tantangan bangsa. Semangat refleksi dan kontemplasi di bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi para pemangku kebijakan untuk mendengarkan nasihat spiritual.

Pendiri MIRA Institute, Ustaz Adi Hidayat menyambut baik visi kebangsaan yang dibawa oleh Menko AHY dalam menyeimbangkan narasi pembangunan infrastruktur dengan kekuatan spiritual. Menurutnya, pembangunan nasional perlu ditopang oleh nilai-nilai ketuhanan guna menghadirkan keadilan dan peradaban yang mulia. Sinergi ini diharapkannya mampu memudahkan segala program kewilayahan yang telah dicanangkan pemerintah.

"Beliau mencoba menyeimbangkan narasi bangunan kebangsaan dengan dasar intelektualitas dan fisikal, tapi juga ditopang dengan nilai kekuatan spiritual yang kuat," kata Ustaz Adi Hidayat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....