Kepahlawanan Hindu Perkuat Semangat Kemerdekaan RI

  • 14 Agt 2025 12:05 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Nilai-nilai kepahlawanan yang diajarkan dalam agama Hindu diyakini mampu menjadi sumber inspirasi dan kekuatan moral untuk memperkuat semangat kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini disampaikan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Banten, Eko Sudono, dalam Dialog Pagi RRI Pro 1 Banten, Kamis (14/8/2025) yang mengangkat tema “Nilai-nilai Kepahlawanan, Persatuan, dan Kesatuan Bangsa Menurut Hindu dalam Rangka Kemerdekaan RI”.

Menurut Eko, kisah-kisah kepahlawanan yang terekam dalam epos besar Hindu seperti Mahabarata dan Ramayana mengandung pesan patriotisme, keberanian, dan pengorbanan tanpa pamrih demi bangsa dan negara. Dalam ajaran Hindu, nilai Satya atau kesetiaan menjadi salah satu prinsip utama, yaitu janji setia kepada bangsa dan tanah air, menghormati Ibu Pertiwi, serta menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi.

Baca juga: Perempuan Hindu Giat Tanamkan Nilai Persatuan

Sejarah Nusantara juga mencatat tokoh-tokoh besar yang beragama Hindu dan memberikan kontribusi nyata bagi persatuan bangsa, seperti Gajah Mada dengan Sumpah Palapa yang mempersatukan Nusantara, Raja Hayam Wuruk di masa kejayaan Majapahit, serta pejuang I Gusti Ngurah Rai yang menjadi simbol perlawanan rakyat Bali terhadap penjajah.

“Pada waktu itu tentu saja kita tidak menunjukkan bahwa saya beragama apa, yang penting tujuannya adalah Indonesia merdeka kan begitu mengusir penjajah tetapi secara kebetulan memang beliau beragama Hindu dan itu juga juga menjadi wujud dari sumbangsih kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eko mengutip salah satu sloka dalam kitab suci Hindu yang mengajarkan bahwa lebih baik melaksanakan kewajiban sendiri meskipun tidak sempurna, daripada menjalankan kewajiban orang lain walau dilakukan dengan baik. Dalam konteks kebangsaan, pesan ini mengingatkan masyarakat untuk lebih mencintai bangsa sendiri daripada mengagungkan bangsa lain. Ia menyoroti fenomena generasi muda yang cenderung mengidolakan produk luar negeri, padahal Indonesia memiliki sumber daya, kualitas, dan potensi yang diakui dunia.

Baca juga: Gubernur Ajak Umat Hindu Wujudkan Indonesia Emas 2045

“Mencintai produk dalam negeri. Kebanyakan sekarang ketika kita melihat fenomena bahwa apa produk-produk luar negeri seolah lebih superior dibanding produk-produk dalam negeri itu. Paradigma itu harus kita kikis. Karena siapa yang akan menghargai produk-produk kita kalau tidak bangsa kita sendiri,” ujarnya.

Eko menekankan peran tokoh agama dan organisasi keumatan Hindu dalam membina generasi muda agar berkarakter kreatif, inovatif, bermartabat, dan berdaya saing. Melalui sinergi antara lembaga seperti PHDI, WHDI, dan organisasi pemuda Hindu, berbagai program pembinaan dan kegiatan sosial digelar untuk memperkuat rasa kebersamaan dan nasionalisme.

Ia berharap, pemuda Hindu mampu bermartabat, kreatif dan inovatif. Untuk mencapai visi itu tentu saja ia juga berharap agar pemuda Hindu dapat memimpin dirinya sendiri, mengelola kemalasan, dan menumbuhkan semangat juang demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (Trixie Sondang Milka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....