Pemkab Lebak Usulkan Dua Lokasi Pembangunan Sekolah Garuda
- 10 Mei 2025 11:28 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak diwakili kepala Bapenda, Kadinsos, dan Kadindik Lebak, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Program Sekolah Rakyat (SR) yang digelar di Aula Setda Provinsi Banten, Jumat (9/5/2025).
Rakor ini merupakan langkah strategis dalam menyelaraskan visi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Banten melalui program Sekolah Rakyat.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Provinsi Banten, Mahdani, didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten dan Kepala DPPKD Provinsi Banten. Rakor ini juga dihadiri oleh seluruh kepala atau perwakilan Bappeda, Dinsos, dan Dinas Pendidikan dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten.
Kepala Bappeda Provinsi Banten, Mahdani menyatakan, program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas daerah dalam rangka mencetak generasi mandiri dan berdaya saing tinggi.
“Kami ingin agar pendidikan non-formal seperti Sekolah Rakyat ini mampu menjadi pelengkap sekaligus pendorong kemajuan SDM, khususnya di daerah-daerah yang selama ini masih tertinggal aksesnya terhadap pendidikan formal,” ujarnya.
Sementara Kepala DPPKD Provinsi Banten, Nandy Mulya Syafii, menekankan pentingnya dukungan anggaran yang tepat sasaran. “Kami di DPPKD akan terus memastikan bahwa pembiayaan program ini dapat teralokasi secara optimal, sehingga tidak hanya berjalan lancar tapi juga berdampak langsung pada masyarakat,” ujarnya.
Kabupaten Lebak sendiri telah mengusulkan dua lokasi program pendidikan, yaitu Sekolah Unggulan Garuda yang akan berlokasi di Cikapek, Leuwidamar, serta Sekolah Rakyat yang diusulkan di Kampung Cimampang, Desa/Kecamatan Panggarangan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra, menyampaikan optimisme terhadap dua rencana besar ini. “InsyaAllah, dengan dukungan dari semua pihak, Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat akan menjadi pilar penting dalam pembangunan SDM di Lebak. Kami ingin agar masyarakat, khususnya di daerah terpencil, memiliki akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan,” kata Eka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....