Pengrajin Tempe di Pandeglang Keluhkan Kenaikan Harga Kacang Kedelai
- 01 Nov 2022 14:03 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Harga kacang kedelai kembali mengalami kenaikan. Hal ini membuat penjual kacang kedelai dan pengrajin olahan tempe di Kabupaten Pandeglang mengeluh.
Mereka mengaku akibat kenaikan tersebut, omzet pendapatan sehari-hari mereka ikut menurun.
Salah seorang penjual kacang kedelai Pdi asar Pandeglang, Dede mengatakan, kenaikan komoditas kacang kedelai sudah dirasakan sejak dua pekan lalu. Kenaikannya bertahap dan saat ini sudah menyentuh diangka Rp14.000 per kilogram.
"Kalau harga normal Rp13 ribu sekarang Rp14 ribu naiknya bertahap. Kalau per karungnya harga biasa Rp500 ribu sekarang Rp700 ribu. Yah mau gimana lagi dampak pasti ada paling pembeli kurang. Sudah ada dua mingguan naiknya," keluh Dede, Selasa (1/11/2022).
Pengrajin tempe di Kampung Kadupandak Pandeglang, Sri juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, kenaikkan itu berdampak terhadap kuota pembelian bahan baku kedelai. Biasanya dia membeli kacang kedelai sebanyak satu karung setiap hari. Namun kini dia harus memangkas jumlah pembelian karena tidak sanggup membeli kacang kedelai yang mencapai Rp700 ribu per karungnya.
“Omzet kita menurun. Pembeli kan pengennya murah aja, enggak ngerti. Padahal sekarang harganya sudah Rp700 ribu (per karung),” ucap Sri.
Pengrajin tempe lainnya, Marta tak kalah pusing. Dia mengaku dirinya kewalahan dengan kenaikan harga bahan baku kacang kedelai untuk diolah dijadikan produksi tempe. Sebab dirinya mesti memutar otak dengan cara mengecilkan ukuran produksi tempe.
“Harga satu kotak tempe sekarang saya jual Rp5.000. Tapi ini mau ada rencana dinaikkan atau ukurannya dikecilkan,” terangnya.
Para pengrajin tempe dan penjual kacang kedelai berharap pemerintah pusat maupun daerah, bisa menurunkan harga kacang kedelai agar bisa kembali normal.
“Semoga bisa turun lah. Kan harga-harga yang lain juga sudah naik. Kasian masyarakat kecil,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....