Pandeglang Fokus Distribusi MBG yang Merata
- 13 Jan 2026 16:58 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Distribusi menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis 3B di Kabupaten Pandeglang. Penguatan sistem penyaluran dinilai penting agar manfaat program dapat diterima secara merata oleh masyarakat sasaran, khususnya kelompok rentan. Hal tersebut disampaikan Kepala DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang, Gimas Rahadyan, dalam dialog “Kentongan Makan Bergizi Gratis” di RRI Pro 1 Banten, Selasa (13/1/2026).
Ia menegaskan, efektivitas program sangat ditentukan oleh ketepatan distribusi. “Distribusi menjadi perhatian kami karena program ini harus tepat sasaran, tepat waktu, dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Jadi kami melakukan bagaimana kita secara bersama-sama memiliki sebuah standar operasional prosedur bersama antara pihak SPPG kemudian dengan pihak penghantar MBG yaitu para kader dan TP-PKK kami di lapangan sehingga ketika terjadi ada hal-hal yang sifatnya tidak sesuai dengan SOP ini bisa ada tindakan-tindakan yang disarankan,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan di lapangan tidak hanya menyangkut jarak dan kondisi wilayah, tetapi juga koordinasi antar pemangku kepentingan. Oleh karena itu, DP2KBP3A terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah desa, kader, dan lintas sektor terkait.
Selain mekanisme distribusi, kualitas makanan yang disalurkan juga menjadi perhatian serius. Gimas menekankan bahwa makanan yang diberikan harus memenuhi standar gizi seimbang dan aman dikonsumsi. Ia menambahkan, program MBG 3B juga disertai dengan edukasi gizi agar masyarakat memahami pentingnya pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini diharapkan mampu membangun kesadaran jangka panjang.
“Kami tidak ingin hanya sekadar menyalurkan makanan, tetapi memastikan kandungan gizinya sesuai dan berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, dan tidak hanya sebatas tentang makanannya yang bergizi, tetapi bagaimana mengedukasi sasarannya. Sehingga peran kami di DP2KP3A dalam rangka mendukung program MBG,” ujarnya.
Gimas menjelaskan, penguatan distribusi dan edukasi merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaan MBG 3B yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik. “Dari isu yang viral, kita perbaiki mekanismenya agar program ini semakin kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui penguatan distribusi dan pengawasan, Pemerintah Kabupaten Pandeglang optimistis MBG 3B dapat mendukung upaya penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. (Trixie Sondang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....