Langkah Preventif Cegah Bullying Ospek
- 15 Sep 2024 13:26 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Bullying selama kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) masih menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian serius.
Seorang Psikolog kepada RRI Banten, Infanti Wisnu Wardana mengatakan bahwa kekerasan verbal maupun fisik yang dilakukan oleh senior terhadap mahasiswa baru tidak hanya merusak moral, tetapi juga dapat menimbulkan trauma jangka panjang.
“Penting bagi seluruh elemen kampus, baik dosen, mahasiswa, maupun panitia ospek, untuk mengambil langkah-langkah preventif dalam mencegah bullying agar ospek dapat berjalan dengan aman dan kondusif,” ucap Ifanti.
Salah satu cara efektif untuk mencegah bullying adalah dengan memperkuat regulasi kampus terkait pelaksanaan ospek. Pihak kampus harus menetapkan aturan tegas yang melarang segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan perpeloncoan.
Aturan ini perlu disosialisasikan dengan jelas kepada seluruh panitia dan peserta ospek, dengan sanksi yang tegas bagi siapa pun yang melanggarnya. Dengan adanya regulasi yang jelas, perilaku bullying bisa diminimalisir sejak awal.
“Selain regulasi, pengawasan langsung dari dosen dan staf kampus selama kegiatan ospek sangat diperlukan. Kehadiran mereka sebagai pengawas dapat memberikan rasa aman bagi mahasiswa baru dan memastikan bahwa semua kegiatan berjalan sesuai dengan aturan. Pengawasan yang ketat juga akan membuat para senior atau panitia berpikir dua kali sebelum melakukan tindakan yang merugikan mahasiswa baru,” kata Ifanti.
Penting juga untuk mengedukasi para senior dan panitia tentang dampak negatif bullying. Pelatihan tentang kepemimpinan, empati, dan komunikasi yang baik dapat diberikan kepada mereka agar mampu membimbing mahasiswa baru tanpa harus menggunakan kekerasan.
“Senior seharusnya menjadi contoh yang baik, memperkenalkan lingkungan kampus dengan cara yang positif, serta membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan nyaman,” ujarnya.
Mencegah bullying saat ospek bukan hanya tugas panitia dan pihak kampus, tetapi juga tanggung jawab semua mahasiswa. Lingkungan kampus yang terbuka dan suportif hanya bisa terwujud jika setiap orang saling menghargai dan menghindari perilaku bullying.
Dengan demikian, ospek bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi mahasiswa baru, serta membantu membentuk komunitas kampus yang sehat dan harmonis.