Salat Bentuk Karakter, Cegah Perilaku Keji Mungkar
- 06 Jan 2026 08:22 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Salat memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus mencegah perilaku keji dan mungkar dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Deni Rusli, saat mengisi program Mutiara Pagi di RRI Pro 1 Banten, Selasa (6/1/2026).
Deni menjelaskan, salat merupakan rukun Islam sekaligus tiang agama yang menjadi pembeda antara umat Islam dan nonmuslim. Bahkan, salat menjadi amal pertama yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Karena itu, salat memiliki kedudukan fundamental dalam kehidupan seorang muslim .
“Salat itu bukan hanya kewajiban, tetapi sarana pembentukan karakter. Di dalamnya ada disiplin, tanggung jawab, kesabaran, dan pengendalian diri. Allah juga menegaskan bahwa salat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar,” ujar Deni, Selasa (6/1/2026)
Ia menuturkan, perbuatan keji adalah tindakan yang merugikan diri sendiri, sedangkan mungkar merugikan diri sendiri dan orang lain. Melalui salat yang dilaksanakan dengan benar, khusyuk, serta tepat waktu, seseorang akan memiliki kontrol diri yang kuat sehingga terhindar dari perilaku negatif, seperti kesombongan, kemalasan, dan kikir .
Selain pengendalian diri, salat juga menghadirkan ketenangan batin. Sebagai bentuk zikir kepada Allah, salat mampu meredakan stres, menenangkan pikiran, dan meningkatkan kesejahteraan emosional. “Salat itu mengingatkan kita kepada Allah. Dengan salat, hati menjadi tenang dan hidup lebih terarah,” kata Deni .
Deni menegaskan, jika salat dijalankan secara konsisten dan dipahami maknanya, maka akan melahirkan pribadi berakhlak mulia, seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat, serta bermanfaat bagi masyarakat. “Salat adalah pondasi akhlak dan karakter unggul bagi individu maupun bangsa,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....