Tip dan Trik Public Speaking untuk Pemula
- 23 Okt 2025 14:47 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Public speaking atau kemampuan berbicara di depan umum kerap menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang, terutama bagi pemula. Rasa gugup, takut salah bicara, hingga demam panggung sering kali menjadi penghalang untuk tampil percaya diri.
Menurut seorang tutor bimbingan belajar di Kota Serang, Kartika Wijaya, semua itu bisa diatasi dengan persiapan dan latihan yang konsisten. Kartika menjelaskan, kunci pertama dalam public speaking adalah kesiapan mental.
“Yang paling utama itu mentalnya dulu harus bagus. Misalnya tarik napas dalam-dalam, tenangkan diri, dan yakinkan diri sendiri bahwa kita bisa,” ucapnya saat ditemui pada Kamis (23/10/2025).
Baca juga: Mulai Latihan Public Speaking dari Hal Kecil
Tidak hanya mental, Kartika menekankan pentingnya latihan lokal dengan melafalkan huruf vokal seperti A, I, U, E, dan O. Latihan tersebut dapat membantu agar suara lebih tegas dan terdengar jelas.
Kemudian, ekspresi juga memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dengan audiens. “Ekspresi itu membantu kita agar pesan yang disampaikan terasa hidup dan mudah diterima oleh orang lain,” katanya.
| Baca juga: Rahasia Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau |
Di samping itu, Kartika menyampaikan caranya untuk mengatasi rasa gugup atau demam panggung. Ia menyarankan agar pemula tidak langsung terburu-buru ketika sedang berbicara di depan orang banyak.
Baca juga: Latih Public Speaking dengan Rumus AREL
“Kalau nervous, coba diam dulu sebentar, lihat audiens, pahami situasi, lalu beri senyum tipis. Itu bisa membantu kita beradaptasi dan membuat suasana lebih cair, Itu bisa membantu kita beradaptasi dan membuat suasana lebih cair,” ujarnya.
kunci agar kemampuan public speaking meningkat adalah latihan berulang dan evaluasi setiap penampilan. Dengan persiapan mental yang matang, latihan rutin, dan keberanian untuk tampil, public speaking bukan lagi hal yang menakutkan bagi pemula
“Saya dulu pemalu banget, jadi sering latihan di depan kaca. Antara satu kali dan dua kali latihan itu harus ada peningkatan. Jadi jangan berhenti di satu kesempatan saja,” katanya. (Shahra Putri Handayani)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....