Kenali Fungsi Aspal dalam Keselamatan Berkendara

  • 29 Jul 2025 11:01 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Jalan yang mulus dan kuat bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga soal keselamatan. Di balik permukaan jalan yang tampak biasa, terdapat material penting yang menjadi penopangnya: aspal. Dalam dunia konstruksi perkerasan jalan, aspal merupakan bahan utama yang berfungsi sebagai perekat antara agregat, sekaligus memberikan daya tahan terhadap beban lalu lintas dan cuaca ekstrem.

Aspal adalah material hidrokarbon berwarna hitam atau cokelat tua yang bersifat lengket, elastis, dan tahan air. Umumnya berasal dari hasil penyulingan minyak bumi, meskipun ada pula jenis aspal alam yang ditambang langsung dari sumbernya.

Menurut seorang pengawas lapangan proyek jalan di wilayah Serang, Irwan Saputra, aspal memiliki fungsi strategis dalam menciptakan jalan berkualitas tinggi.

“Aspal berperan sebagai perekat antara batu-batuan dalam campuran aspal panas. Tanpa aspal yang baik, jalan akan cepat retak, berlubang, atau mengelupas,” ucapnya kepada RRI, Kamis (31/7/2025).

Aspal yang digunakan dalam pembangunan jalan biasanya berupa aspal cair, aspal keras, atau aspal emulsi, tergantung pada jenis proyek dan kondisi lingkungan. Proses penghamparannya pun harus melalui tahapan yang cermat, mulai dari pembersihan permukaan, pemanasan, pencampuran dengan agregat, hingga pemadatan menggunakan alat berat.

Irwan menambahkan, kualitas aspal sangat memengaruhi daya tahan jalan terhadap beban lalu lintas dan perubahan cuaca.

“Jika kualitas aspal rendah, jalan akan cepat mengalami kerusakan seperti retak rambut, lubang, atau lapisan terkelupas. Itu yang sering menyebabkan kecelakaan, terutama saat hujan,” katanya.

Selain itu, jenis aspal modifikasi kini mulai banyak digunakan di proyek-proyek strategis nasional. Aspal ini dicampur dengan bahan tambahan seperti polimer atau karet daur ulang agar lebih fleksibel dan tahan terhadap suhu tinggi maupun beban berat.

"Keunggulan lain dari aspal adalah kemampuannya untuk didaur ulang. Jalan yang rusak dapat dikupas dan diproses kembali menjadi campuran aspal baru, sehingga lebih ramah lingkungan dan efisien dari sisi biaya," ujar Irwan.

Di tengah meningkatnya pembangunan infrastruktur, kebutuhan akan aspal berkualitas terus meningkat. Pemerintah dan kontraktor dituntut untuk memastikan spesifikasi material sesuai standar agar jalan yang dibangun tidak hanya cepat selesai, tetapi juga aman, tahan lama, dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....