Dua Jenis Laminating yang Perlu Anda Ketahui
- 30 Nov 2024 08:40 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Dalam dunia percetakan, sering kali kita mendengar istilah laminating. Laminating adalah proses melaminasi.
Dalam dunia percetakan, laminasi adalah proses pelapisan terhadap lempengan tipis kertas yang dapat dilakukan pada satu sisi maupun kedua sisinya kertas. Selain melindungi kertas cetakan, ketebalan kertas juga akan bertambah dan menjadi lebih kaku.
Menurut seorang pemilik usaha percetakan di Kota Serang, Agung mengatakan, ada dua jenis laminating yang sering digunakan oleh pelaku percetakan. Keduanya adalah laminating panas dan laminating dingin.
Baca juga: Tantangan Panjang dan Butuh Ketekunan untuk Dapat Beasiswa
Laminating panas adalah salah satu teknik laminasi yang umum digunakan untuk melindungi dokumen penting seperti sertifikat, ijazah, hingga dokumen bisnis. Proses ini menggunakan mesin khusus yang memanfaatkan suhu tinggi untuk merekatkan lapisan plastik pada permukaan kertas, sehingga dokumen terlindungi dari kerusakan fisik maupun kelembapan.
“Laminating panas lebih tahan lama dan memberikan hasil akhir yang lebih rapi. Plastik laminasi menempel erat pada dokumen sehingga melindungi dari debu, air, bahkan sobekan,” ujarnya, Jumat (29/11/2024).

Namun, Agung juga mengingatkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih metode ini. Pastikan dokumen yang akan dilaminasi benar-benar final. Soalnya kalau sudah dilaminasi, dokumen tidak bisa diubah lagi tanpa merusaknya.
“Selain itu, hindari laminasi pada dokumen yang menggunakan tinta basah atau thermal paper karena bisa menyebabkan tinta memudar atau berubah warna akibat panas,” ucapnya.
Proses laminating panas sendiri melibatkan dua bahan utama, yaitu plastik laminasi berupa roll atau pouch, serta mesin laminating yang dilengkapi dengan pengatur suhu. Mesin ini memanaskan plastik hingga suhu tertentu, sehingga lapisan perekat plastik mencair dan menempel dengan erat pada dokumen.
“Selama proses ini, suhu dan tekanan mesin dijaga agar laminasi berhasil dengan sempurna dan memberikan perlindungan maksimal pada dokumen dan menjaga keutuhan dan kualitas dokumen penting dalam jangka waktu yang lama,” kata Agung.
Baca juga: Dukungan Orang Tua dapat Membangun Kepercayaan Diri Anak
Sementara laminating dingin adalah teknik laminasi tanpa menggunakan panas, yang sering digunakan untuk melindungi dokumen sensitif seperti foto, peta, atau dokumen yang dicetak pada kertas thermal.
“Proses ini menggunakan plastik laminasi khusus dengan perekat yang dapat menempel langsung pada permukaan dokumen, tanpa memerlukan mesin pemanas,” ucap dia.
Agung menuturkan, keunggulan laminating dingin sangat cocok untuk dokumen atau gambar yang tidak tahan panas. “Dengan metode ini, hasil laminasi tetap mulus tanpa risiko merusak warna atau kualitas dokumen,” ujarnya.

Laminating dingin juga dikenal lebih fleksibel karena tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari kecil hingga besar untuk poster atau peta. Selain itu, plastik laminasi dingin memiliki keunggulan tahan air dan debu, sehingga dokumen tetap aman dalam berbagai kondisi.
Dengan kemudahan dan manfaatnya, laminating dingin menjadi pilihan ideal bagi mereka yang membutuhkan perlindungan dokumen cepat dan aman tanpa alat tambahan yang rumit. “Ini solusi simpel yang bisa dilakukan siapa saja,” ucap Agung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....