Waspadai Masalah Saluran Kemih Pada Kucing

  • 04 Nov 2024 12:56 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang banyak dipelihara di Indonesia, tetapi ada berbagai masalah kesehatan yang harus diperhatikan oleh para pemiliknya. Salah satu masalah kesehatan yang kerap ditemui pada kucing adalah Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD).

Salah seorang dokter hewan di Xing Pet Care & Clinic Depok, Maulana Ar Raniri Putra mengatakan bahwa FLUTD adalah penyakit yang menyerang saluran kemih bagian bawah pada kucing dan sering kali menyebabkan gejala seperti sulit buang air kecil, darah pada urin, hingga rasa sakit yang mengganggu aktivitas sehari-hari kucing.

“Banyak orang beranggapan bahwa FLUTD hanya menyerang kucing jantan. Faktanya, FLUTD bisa menyerang baik kucing jantan maupun betina, meskipun kasusnya lebih sering terlihat pada kucing jantan karena saluran kemihnya lebih sempit,” kata Maulana, Minggu (3/11/2024).

Baca juga: Pentingnya Nutrisi Tepat untuk Kesehatan Hewan Peliharaan

Ada beberapa faktor utama yang dapat memicu FLUTD, salah satunya adalah stres. Stres pada kucing, terutama yang hidup bersama banyak kucing lain dalam satu ruangan atau sering berpindah lingkungan, bisa memicu pelepasan hormon yang merusak, sehingga meningkatkan risiko peradangan pada kantong kemih. “Faktor obesitas juga sebagai salah satu penyebab penting. Obesitas pada kucing membuat mereka menjadi kurang aktif dan cenderung menahan buang air kecil, yang dapat menyebabkan penumpukan kristal atau batu di saluran kemih,” ucapnya.

Untuk pencegahan FLUTD, Maulana menyarankan beberapa hal penting. Pertama, pastikan kucing mendapatkan nutrisi yang tepat dan menjaga berat badannya agar tetap ideal. “Makanan dengan kandungan nutrisi yang seimbang sangat membantu dalam menjaga kesehatan saluran kemih kucing. Selain itu, pemilik perlu memastikan kucing selalu memiliki akses ke air bersih agar tidak dehidrasi,” ujarnya.

Baca juga: Obesitas Hewan Peliharaan, Ancaman Serius Kesehatan

Selain itu, Maulana merekomendasikan penggunaan litter box yang cukup bagi setiap kucing dalam satu rumah untuk menghindari persaingan dan stres. “Sediakan litter box sesuai jumlah kucing, dan pastikan kebersihannya terjaga agar kucing tidak menahan pipis akibat lingkungan yang kurang nyaman,” katanya.

Penting bagi para pemilik untuk memperhatikan gejala-gejala awal FLUTD pada kucing, karena penanganan yang cepat dan tepat bisa mencegah komplikasi serius. Kunjungan rutin ke dokter hewan sangat dianjurkan untuk memantau kondisi kesehatan kucing secara berkala.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....