“Gercep” Cabai, Upaya Pemkab Tangerang Tekan Inflasi

  • 04 Jan 2024 12:24 WIB
  •  Banten

KBRN, Tangerang: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencanagkan program Gerakan Tanam Pangan Cepat Panen (Gercep) Cabai. Program ini diinisiasi sebagai upaya untuk menjaga inflasi agar terkendali pada tahun 2024.

Pasalnya, salah satu yang memberikan dampak besar terhadap inflasi adalah komponen volatile goods yaitu komoditas strategis yang memiliki harga fluktuatif yaitu cabai sebagai salah satu komoditas hortikultura.

Baca juga:

DPKP Kabupaten Tangerang Data Pelaku Usaha Pangan Segar Asal Tumbuhan

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Asep Jatnika menuturkan, program Gercep Cabai itu telah disosialisasikan kepada ASN serta masyarakat melalui Surat Edaran Pj. Bupati Tangerang Nomor B/500.6.1/5205/XI/2023 yang ditandangani pada Tanggal 27 November 2023.

"Program ini akan kita laksanakan dengan seluruh lapisan masyarakat, di 100 desa pada 29 kecamatan," ucap dia, Rabu (3/1/2024).

Nantinya, setiap kecamatan diminta menyiapkan 1.000 meter lahan guna menanam cabai. Untuk memberikan pengenalan tentang pertanian, sekolah-sekolah juga akan dilibatkan untuk menciptakan generasi 'melek' pertanian.

Baca juga:

Harga Cabai Fluktuatif, Pj Gubernur Sidak Pasar Rau

"Sehingga kesulitan akan cabe rawit akan teratasi. Mudah-mudahan ini dapat terlaksana dengan baik, dan keberadaan program pertanian bisa dirasakan masyarakat," ujarnya.

Kemudian, pihaknya juga akan menjalankan program Santri Tani Milenial. Program ini dilakukan untuk mendorong para santri berkontribusi dalam peningkatan produksi pertanian melalui rangkaian edukasi dan pelatihan.

"Jadi ada 10 pesantren yang kita bina, 2 pengelola dan 1 petani untuk bisa mengembangkan pertanian di daerahnya," kata Asep.

Baca juga:

Jaga Inflasi, Pemprov Banten Optimalkan Stabilitas Pangan

Selain itu, ia juga akan mendorong Pusat Kawasan Agropolitan (Puskagro) Sepatan agar berfungsi optimal. Ia berharap Puskagro ini dapat menampung hasil pertanian di seluruh kawasan Tangerang dan dapat menjaga kestabilan harga. Kemudian pemanfaatan lahan tidur juga akan dilakukan guna memaksimalkan potensi pertanian.

"Kami tetap akan maksimalkan bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan lahan-lahan yang ada di pekarangan rumah bisa menjadi potensi untuk mengembangkan tanaman-tanaman hortikultura," ucap dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....