Inflasi Tahunan Pandeglang 5,86 Persen, Tertinggi di Banten
- 03 Mar 2026 10:20 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Inflasi tahun ke tahun atau year on year (y-on-y) Kabupaten Pandeglang pada Februari 2026 tercatat sebesar 5,86 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,92. Inflasi kali ini naik dibanding inflasi tahun ke tahun bulan Januari lalu yang hanya terekam diangka 3,04 persen.
Angka ini menempatkan inflasi tahun ke tahun Pandeglang yang tertinggi di Provinsi Banten. Sementara Kota Tangerang menjadi daerah dengan inflasi tahun ke tahun terendah dengan nilai 4,64 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pandeglang, Achmad Widijanto menerangkan, Inflasi tahun ke tahun terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,94 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 25,92 persen.
Disusul kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,73 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,68 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,46 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,11 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,01 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,27 persen.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Februari 2026, antara lain: tarif listrik; emas perhiasan; daging ayam ras; ikan kembung; tomat; bawang merah; telur ayam ras; kopi bubuk; ikan tongkol/ikan ambu-ambu; dan ikan emas.
“Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: bawang putih; bensin; cabai merah; mukena; kerudung; baju muslim wanita; televisi berwarna; baju muslim pria; kentang; dan mi kering instan,” kata dia dalam siaran pers yang dikutip RRI, Selasa, 3 Maret 2026.
Selain itu, BPS Pandeglang mencatat, tingkat inflasi bulan ke bulan atau month to month (m-to-m) Kabupaten Pandeglang bulan Februari sebesar 1,64 persen dan inflasi tahun berjalan atau year to date (y-to-d) bulan Februari 2026 sebesar 1,13 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....