OJK Perkuat Akselerasi Reformasi Struktural Pasar Modal
- 10 Feb 2026 11:47 WIB
- Banten
RI.CO.ID, Serang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus mengakselerasi reformasi struktural pasar modal Indonesia guna memperkuat integritas, transparansi, dan daya saing pasar, sekaligus menindaklanjuti masukan dari MSCI Inc. (MSCI). Komitmen tersebut disampaikan oleh Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam Konferensi Pers yang diselenggarakan di Bursa Efek Indonesia, Senin, bersama jajaran OJK dan Direksi Self-Regulatory Organization (SRO), Senin 9 Februari 2026
Hasan mengatakan, rencana aksi reformasi ini adalah paket reformasi yang bersifat komprehensif, berkelanjutan, jelas, dan terukur. “Dengan pendekatan ini, OJK ingin memastikan bahwa percepatan reformasi integritas pasar modal bukan hanya menjadi respons jangka pendek, tetapi menjadi agenda penguatan fondasi struktural bagi pasar modal Indonesia yang solid, terpercaya, dan kompetitif secara global,” kata Hasan.
Hasan menegaskan langkah-langkah reformasi tersebut dijalankan secara terukur dan terintegrasi sebagai bagian dari 8 Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia. "Pada pekan pertama Februari 2026, pasar saham domestik masih bergerak dinamis.Pada Jumat (6/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 7.935,260,dengan rata-rata nilai transaksi harian tetap tinggi," katanya.
“Pasca-pertemuan dengan MSCI, kami telah membentuk tim khusus OJK, BEI, dan KSEI yang bekerja secara intensif untuk mengakselerasi langkah-langkah konkret, mulai dari peningkatan transparansi kepemilikan, penyesuaian kebijakan free float, hingga penyediaan data investor yang lebih granular,” kata Hasan.
Direktur BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan BEI berkomitmen mendukungpenuh agenda reformasi pasar modal nasional melalui penguatan regulasi daninfrastruktur perdagangan.“BEI bersama OJK dan KSEI terus menjaga komunikasi yang konstruktif dengan MSCIdan Global Index Providers lainnya. Hal ini dilakukan guna memahami secaramenyeluruh berbagai perhatian Global Index Providers, khususnya terkait keterbukaaninformasi free float dan struktur kepemilikan saham. Menindaklanjuti pengumumanMSCI atas hasil konsultasi atas Free Float Assessment, kami telah mencermatimasukan yang disampaikan dan mengambil langkah responsif serta terukur,” ujarJeffrey.
Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menegaskan kesiapaninfrastruktur kustodian dan sistem informasi pasar modal.“KSEI terus memperkuat peran sebagai infrastruktur pasar modal, khususnya dalampenyediaan data dan layanan kustodian yang andal. Penyediaan data investor yanglebih detail menjadi bagian penting dalam meningkatkan transparansi dan kepercayaaninvestor,” ujar Samsul.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....