Pertumbuhan Ekonomi Banten Utara & Selatan Masih Timpang
- 09 Des 2025 15:22 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten masih dibentuk oleh wilayah Banten Utara. Berdasarkan data, pembentuk perekonomian Provinsi Banten dari wilayah Banten utara mencapai 91,5 persen. Daerah mulai dari Tangerang Raya, Serang dan Kota Cilegon memiliki Kawasan Industri Padat Modal, serta Kawasan Perdagangan dan Perumahan.
"Sementara Kawasan Banten Selatan yakni Kabupaten Lebak dan Pandeglang hanya menyumbang kontribusi kepada pembentukan perekonomian Provinsi Banten sebesar 8,5 persen," ujar Kepala Bank Indonesia perwakilan Provinsi Banten, Ameriza M Moesa, disela kegiatan Forum Ekonomi Banten (FEB) 2025, Selasa (9/12/2025).
Bahkan, Ameriza menyampaikan investasi memiliki komponen penting dalam mendorong perekonomian Provinsi Banten. Disparitas Banten Utara dengan Banten Selatan juga cukup tinggi. Pada 2025 (Jan-Sept) nilai investasi total di Banten mencapai Rp91,6 Triliun yang terutama dikontribusi dari Banten Utara pangsa 98,1% dan Banten Selatan dengan pangsa 1,9% dari total investasi (PMA+PMDN) di Banten.
Lebih lanjut, Ameriza menyebut meski kaya akan potensi dan sumber daya, wilayah Banten Selatan masih menghadapi tantangan struktural, yang antara lain keterbatasan ketersediaan infrastruktur (aksesibilitas, konektivitas, utilitas dan fasilitas publik), sosial budaya (masih relatif tingginya angka pengangguran), geografi (Banten Selatan memiliki indeks kerawanan bencana yang cukup tinggi) dan Kelembagaan (belum optimalnya kerjasama pemerintah dan badan usaha).
"Disamping itu, masih terdapat permasalahan sosial ekonomi dan isu strategis Provinsi Banten yang perlu diperhatikan antara lain masih cukup tingginya nilai ICOR (Incremental Capital Output Ratio) Banten yaitu sebesar 6.79, lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 6.49 pada 2024. Hal ini menunjukkan bahwa meski realisasi investasi meningkat, namun belum cukup efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. "Tingkat kemiskinan yang cukup tinggi khususnya di Banten Selatan, pada 2024 tingkat kemiskinan di Pandeglang dan Lebak tercatat 9.18% dan 8.14 persen lebih tinggi dari Provinsi Banten sebesar 5.70 persen," ujarnya.
"Kemudian tingkat pengangguran yang juga relatif tinggi khususnya di wilayah Selatan, tingkat pengangguran Kab Lebak sebesar 6.23 persen, Pandeglang 8.09 persen, lebih tinggi dari rerata nasional sebesar 4.91 persen pada 2024," ujarnya. (Vina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....