Emas Perhiasan Hingga Ayam Ras Picu Inflasi di Banten
- 04 Okt 2025 09:29 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat inflasi month to month pada September 2025 sebesar 0,10 persen. Secara tahunan (year on year) inflasi mencapai 2,31 persen, sementara sejak awal tahun (year to date) tercatat 1,21 persen.
Ketua Tim KTIP BPS Provinsi Banten, Saeful Hidayat menjelaskan, komoditas pemicu utama inflasi year on year terbesar adalah emas perhiasan dengan andil 0,44 poin persen. Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi yakni bawang merah 0,19 poin persen, daging ayam ras 0,18 poin persen, minyak goreng 0,11 poin persen, dan telur ayam ras 0,11 poin persen.
Baca juga: Kendalikan Inflasi, BI Resmikan Smart Greenhouse di Pandeglang
"Inflasi di Banten masih relatif terkendali, meski dipicu oleh kenaikan harga beberapa komoditas pangan dan emas perhiasan. Pola konsumsi masyarakat menjelang akhir tahun juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai," katanya dalam berita resmi BPS yang dikutip RRI, Sabtu (4/10/2025).
Selain inflasi, BPS Provinsi Banten juga mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) September 2025 sebesar 111,60 atau naik 0,16 persen dibandingkan Agustus 2025. Kenaikan ini dipengaruhi oleh komoditas ayam ras pedaging, karet, dan melinjo yang mendominasi peningkatan indeks harga diterima petani.
Di sisi perdagangan internasional, total ekspor Banten Januari–Agustus 2025 tercatat 8,58 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas menyumbang 8,50 miliar dolar AS dan migas 0,07 miliar dolar AS. Amerika Serikat menjadi negara tujuan utama dengan nilai 1,24 miliar dolar AS, disusul Tiongkok 1,03 miliar dolar AS, dan India 0,78 miliar dolar AS.
Baca juga: Inflasi Banten Terus Menurun dalam Tiga Tahun Terakhir
Sementara total impor pada periode yang sama mencapai 24,96 miliar dolar AS, terdiri dari impor migas 3,86 miliar dolar AS dan nonmigas 21,1 miliar dolar AS. Impor bahan baku/penolong menjadi penyumbang terbesar dengan andil 67,28 persen. Tiga negara asal impor terbesar adalah Tiongkok 5,38 miliar dolar AS, Singapura 2,5 miliar dolar AS, dan Australia 1,44 miliar dolar AS.
Sedangkan Di sektor pariwisata, jumlah perjalanan wisatawan nusantara asal Banten sepanjang Januari–Agustus 2025 mencapai 19,93 juta perjalanan. Kabupaten Tangerang menjadi daerah yang paling sering dikunjungi dengan porsi 21,04 persen, diikuti Kota Tangerang 18,15 persen dan Kabupaten Serang 16,43 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....