Kenali Bahaya Doom Spending yang Mengancaman Keuangan Gen Z
- 05 Okt 2024 14:00 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Banyak orang saat ini kerap menghabiskan uang saat merasa stres, sebuah fenomena yang dikenal sebagai "Doom Spending". Istilah ini merujuk pada kebiasaan membelanjakan uang secara impulsif untuk mengatasi tekanan emosional, terutama di kalangan Gen Z dan milenial. Namun, tren ini justru berpotensi membawa dampak buruk bagi kondisi keuangan mereka.
Dalam dialog bersama RRI Banten, Ketua Program Studi S1 Manajemen Universitas Faletehan, Enji Azizi menjelaskan, Doom Spending sering terjadi karena pengaruh sosial media dan iklan yang menyesatkan.
“Tekanan sosial media yang menampilkan gaya hidup glamor, ditambah iklan yang memicu keinginan berlebihan, membuat banyak anak muda merasa perlu memiliki barang-barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan,” ujarnya.
Menurut Enji, salah satu faktor utama yang memicu Doom Spending di kalangan Gen Z adalah kurangnya pendidikan keuangan. “Anak muda saat ini lebih cenderung membelanjakan uang tanpa perencanaan yang matang. Mereka sering kali tidak memiliki strategi menabung atau mengelola keuangan jangka panjang, sehingga uang yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan di masa depan habis begitu saja,” ucapnya.
Contoh tren belanja impulsif yang kini marak di kalangan anak muda adalah pembelian barang-barang seperti boneka atau tiket konser dengan harga jutaan rupiah. Meskipun barang-barang ini dianggap sebagai bentuk hiburan, Enji menegaskan bahwa penting bagi setiap orang untuk memiliki perencanaan keuangan yang baik agar tidak terjebak dalam kebiasaan pemborosan.
“Sah-sah saja menghibur diri, tapi jangan lupa bahwa uang juga harus diatur untuk kepentingan jangka panjang. Jangan sampai kebahagiaan sesaat membuat kita kehilangan kestabilan finansial di masa depan,” katanya.
Bagi mereka yang sudah terjebak dalam kebiasaan Doom Spending, dia menyarankan untuk segera menyadari dampak buruknya dan mulai membuat perencanaan keuangan. Enji juga mengatakan bahwa Doom Spending bukan hanya tantangan bagi Gen Z, namun juga bisa terjadi pada generasi lainnya. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memiliki kontrol yang baik terhadap keuangannya agar terhindar dari kesulitan finansial di masa depan.
“Langkah pertama adalah menyadari bahwa kebiasaan ini berbahaya. Setelah itu, mulailah menyusun anggaran dan rencana keuangan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan begitu, kita bisa lebih bijak dalam mengelola uang,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....