Tekan Stunting, Dinkes Canangkan Aksi Bergizi di SMAN 6 Pandeglang
- 26 Okt 2022 13:56 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: SMA Negeri 6 Pandeglang, dicanangkan sebagai lokasi Gerakan Aksi Bergizi dan Cegah Stunting yang diinisiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten. Gerakan tersebut menjadi program strategis pemerintah dalam menekan angka stunting.
Gerakan itu pun membidik remaja putri yang merupakan calon ibu di masa depan. Adapun Gerakan Nasional Aksi Bergizi dilakukan dengan pemberian tablet penambah darah serta makanan dan minuman bergizi berupa telur, susu, pisang, bersama seluruh siswa, di GOR SMA Negeri 6 Pandeglang Rabu (26/10/2022).
Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Provinsi Banten Drg Lilianni Budijanto mengatakan, Gerakan Nasional Aksi Bergizi digelar secara serentak di seluruh Indonesia, pada hari Rabu, 26 Oktober 2022.
"Untuk menghadapi isu strategis nasional, bagaimana kita menurunkan stunting (gagal tumbuh karena kekurangan gizi kronis). Oleh karena itu kita siapkan remaja sebagai generasi penerus bangsa yang sehat tidak anemia," katanya.
Lilianni menjelaskan, dampak stunting umumnya terjadi karena diakibatkan oleh kurangnya asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak. Hitungan 1.000 hari di sini dimulai sejak janin sampai anak berusia 2 tahun.
"Jika pada rentang waktu ini, gizi tidak dicukupi dengan baik, dampak yang ditimbulkan memiliki efek jangka pendek dan efek jangka panjang. Gejala stunting jangka pendek meliputi hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan sistem pembakaran sedangkan gejala jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis," katanya.
Oleh karena itu, lanjut Liliana, upaya pencegahan baiknya dilakukan sedini mungkin. Pada usia 1.000 hari pertama kehidupan, asupan nutrisi yang baik sangat dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil.
"Tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dirinya, asupan nutrisi yang baik juga dibutuhkan jabang bayi yang ada dalam kandungannya. 1.000 hari pertama kehidupan harus kita persiapkan," katanya.
Lilianni berharap, anak remaja atau siswa dan siswi SMA setelah mendapatkan pemahaman dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-harinya. Bahwa stunting itu dapat dicegah dengan menjaga tubuh tidak anemia.
"Yaitu melakukan aksi bergizi, minum vitamin tambah darah, olahraga dan melaksanakan PHBS. Sehingga 10 tahun ke depan menjadi generasi penerus yang sehat tidak stunting," katanya.
Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Encep Hermawan menyebut, angka stunting di Pandeglang tergolong tinggi yakni mencapai 37,8 persen.
"Gerakan Aksi Bergizi ini adalah upaya menurunkan stunting mulai dari anak remaja. Kalau anak stunting biasanya bodoh," katanya.
Oleh karenanya dalam mengantisipasi stunting, salah satunya saat ibu sedang hamil, diingatkan jangan sampai anemia atau mengalami kekurangan sel darah merah.
"Untuk mencegah itu maka para remaja perlu diberikan pemahaman agar setiap satu minggu sekali setiap hari Selasa mulai meminum tablet vitamin tambahan mencegah anemia," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....