Atasi Kemiskinan dan Stunting, Pemkab Tangerang Luncurkan "Gebrak Tegas"

  • 15 Des 2023 14:33 WIB
  •  Banten

KBRN, Tangerang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang meluncurkan Gerakan Bersama Atasi Kemiskinan Ekstrem dan Cegah Stunting (Gebrak Tegas) untuk mengatasi masalah kemiskinan ekstrem dan kasus stunting. Program itu dicanangkan di Desa Tegal Kunir Lor, Kecamatan Mauk, Kamis (14/12/2023).

Pj Bupati Tangerang, Andi Ony menjelaskan, kebijakan dan strategi yang tepat dalam upaya intervensi dengan fokus dan lokus kemiskinan esktrem dan stunting yang melibatkan seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan sangat diperlukan. Untuk itu, dia meminta seluruh pihak konsisten dan berkelanjutan melaksanakan program Gebrak Tegas agar hasilnya optimal, efektif, dan efisien.

Baca juga:

Pemkab Tangerang Tekan 232 Ribu Kasus Keluarga Berisiko Stunting

"Kepada Perangkat Daerah yang akan diberikan tugas untuk mengawal kecamatan dan desa miskin ekstrem serta stunting, saya minta untuk saling berkoordinasi secara intensif dan simultan dalam intervensinya," katanya.

Andi menilai, kemiskinan merupakan penyebab terjadinya stunting pada balita. Rumah tangga yang miskin tidak dapat memenuhi asupan gizi yang cukup untuk anak-anak mereka sehingga tumbuh kembang anak terhambat dan tidak dapat menghasilkan SDM yang berkualitas.

Baca juga:

TPPS Kabupaten Tangerang Lakukan Monev Stunting Ditujuh Lokasi

"Kondisi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tangerang masih di angka 1,5% atau 58.257 jiwa pada tahun 2022. Karena itu, kita harus terus meningkatkan upaya intervensi dan berinovasi, salah satunya melalui program Gebrak Tegas untuk dapat menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tangerang hingga 0 persen," ucap Andi Ony.

Sementara Sekretaris Daerah, Moch Maesyal Rasyid mengungkapkan, dipilihnya Desa Tegal Kunir Lor, Kecamatan Mauk sebagai lokus pencanganan Gebrak Tegas karena desa tersebut tercatat memiliki kasus stunting pada balita yang cukup tinggi.

Baca juga:

Pemkab Tangerang Belajar Penanganan Stunting ke Sumedang

"Pemilihan lokasi di Desa Tegal Kunir Lor Kecamatan Mauk karena dari data Dinkes Mauk memiliki kasus stunting pada balita cukup tinggi sebanyak 494 orang," ucap Maesyal Rasyid.

Ia menambahkan seluruh OPD, para mitra pemda dan Forkopimda secara terintegrasi dan bergandengan tangan terlibat dalam program Gebrak Tegas di Kecamatan Mauk tersebut.

"Kita telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam program ini, ada pembangunan jamban, air bersih, bantuan benih ikan, dan bibit cabai merah kepada kelompok petani, pelayanan ibu-ibu hamil sekaligus pemberian vitamin," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....