DBD Lebak Capai 920 Kasus hingga September
- 07 Okt 2026 14:24 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mencatat sebanyak 920 kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah seiring meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Endang Komarudin mengatakan, seluruh penderita DBD telah mendapatkan penanganan dari tenaga medis. "Semua penderita DBD ditangani tenaga medis baik puskesmas maupun rumah sakit," kata Endang, Rabu 7 Oktober 2026.
Penanganan terhadap penderita dilakukan melalui fasilitas kesehatan yang tersedia di wilayah Kabupaten Lebak. Pemerintah Kabupaten Lebak juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran DBD.
Kewaspadaan dinilai penting karena curah hujan mulai meningkat, terutama pada waktu sore hari. Kondisi tersebut perlu diantisipasi masyarakat dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengoptimalkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Selain PSN, masyarakat juga diminta menerapkan gerakan 3M, yakni menutup, mengubur, dan menguras tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Upaya tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.
Endang mengatakan keberadaan jentik nyamuk perlu menjadi perhatian masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit tersebut. "Kami meyakini jika jentik nyamuk DBD mati, maka bisa memutus mata rantai penyakit yang ditularkan nyamuk itu," ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD. Masyarakat perlu mewaspadai kondisi ketika mengalami demam tinggi selama tiga hari.
Gejala tersebut, kata dia, juga dapat disertai munculnya bintik-bintik merah pada kulit. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis.
Endang menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya korban jiwa akibat kasus DBD di Kabupaten Lebak. Dari total 920 kasus yang tercatat, wilayah kerja Puskesmas Rangkasbitung menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak.
Puskesmas Rangkasbitung mencatat sebanyak 127 penderita DBD hingga September 2026. Selanjutnya, Puskesmas Kalanganyar mencatat 70 kasus, sedangkan Puskesmas Mandala mencatat 56 kasus. Pemerintah daerah kembali mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pencegahan penyebaran DBD.
Camat Rangkasbitung Kabupaten Lebak Zakaria Hartanto menginstruksikan aparat kelurahan dan desa untuk menggalakkan kegiatan gotong royong. Kegiatan tersebut diarahkan untuk melakukan PSN dan 3M secara rutin di lingkungan masyarakat sehingga mata rantai penularan DBD dapat ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....