Dinkes Lebak Belum Temukan Kasus Influenza A

  • 01 Okt 2026 11:22 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak hingga saat ini belum menerima laporan adanya masyarakat yang terkonfirmasi atau terinfeksi virus Influenza A. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Lebak, Nining Tilawah, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pemantauan terhadap kasus penyakit saluran pernapasan yang terjadi di wilayah tersebut.

Untuk memastikan seseorang terkonfirmasi terinfeksi virus Influenza A, diperlukan pemeriksaan laboratorium secara spesifik. “Untuk membuktikan diagnosis adanya pasien yang terkonfirmasi virus flu A, harus melalui pemeriksaan laboratorium yang spesifik,” kata Nining, Kamis,1 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, gejala yang muncul pada seseorang belum dapat menjadi dasar untuk memastikan pasien terinfeksi Influenza A tanpa adanya pemeriksaan laboratorium. Karena itu, masyarakat diimbau tidak langsung menyimpulkan bahwa gejala flu atau infeksi saluran pernapasan yang dialami merupakan Influenza A.

Dinkes Kabupaten Lebak juga terus memantau perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di wilayah tersebut. Berdasarkan data Dinkes Lebak, jumlah kasus ISPA pada 2026 hingga Agustus tercatat sebanyak 121.654 kasus.

Jumlah tersebut justru mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025. Pada Januari hingga Agustus 2025, jumlah kasus ISPA di Kabupaten Lebak tercatat sebanyak 124.497 kasus.

Dengan demikian, terdapat penurunan jumlah kasus ISPA pada periode Januari hingga Agustus 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski mengalami penurunan, Dinkes Lebak tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit saluran pernapasan, terutama pada kelompok masyarakat yang rentan.

Nining mengatakan, pasien ISPA di Kabupaten Lebak paling banyak berasal dari kelompok balita. “Pasien terbanyak untuk ISPA adalah balita,” ujar Nining.

Kelompok balita menjadi salah satu perhatian dalam pemantauan karena memiliki kerentanan terhadap berbagai penyakit infeksi saluran pernapasan. Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kabupaten Lebak melakukan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Pemantauan tersebut dilakukan berdasarkan laporan mingguan yang disampaikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Lebak. Melalui sistem tersebut, perkembangan penyakit yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan masyarakat dapat dipantau secara berkala.

Selain melakukan pemantauan, Dinkes Lebak juga terus melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran dalam mencegah penularan penyakit saluran pernapasan.

Nining mengingatkan masyarakat untuk mengenali sejumlah gejala yang dapat muncul pada penderita Influenza A. “Ciri-ciri Influenza A antara lain demam tinggi mendadak, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, lelah dan lemas,” katanya.

Untuk mencegah ISPA maupun Influenza A, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari. Masyarakat juga disarankan menggunakan masker ketika berada di luar rumah atau di tempat umum, menerapkan etika batuk yang benar, serta mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.

Vaksinasi influenza dapat dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan. Dinkes Lebak mengajak masyarakat tetap waspada tanpa panik serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....