Asap Pembakaran Sampah Ancam Kesehatan dan Lingkungan
- 30 Sep 2026 14:04 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Membakar sampah secara terbuka masih menjadi kebiasaan sebagian masyarakat untuk mengurangi tumpukan sampah di lingkungan rumah. Namun, asap yang dihasilkan dapat mengandung berbagai polutan yang berbahaya bagi kesehatan dan kualitas udara di sekitar.
Asap pembakaran sampah dapat membawa partikel halus yang mudah masuk ke saluran pernapasan ketika terhirup. Paparan asap tersebut dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan, serta memperburuk keluhan pada orang yang memiliki gangguan pernapasan.
Menurut pegiat lingkungan asal Kabupaten Serang, Asep Suherman, pembakaran sampah secara terbuka juga dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menjadikan pembakaran sebagai cara utama dalam mengurangi sampah, terutama di kawasan permukiman.
“Ketika sampah dibakar, asapnya tidak hanya dirasakan oleh orang yang membakar, tetapi juga dapat terhirup oleh masyarakat yang berada di sekitarnya,” ujar Asep Suherman pada Rabu, 30 September 2026.
Sampah plastik, karet dan bahan sintetis lainnya dapat menghasilkan senyawa berbahaya ketika dibakar secara terbuka. Karena itu, masyarakat perlu memilah sampah dan menghindari pembakaran terhadap jenis sampah yang berpotensi menghasilkan polutan.
Paparan asap pembakaran yang terjadi secara berulang dapat mengganggu kenyamanan dan kualitas udara di lingkungan tempat tinggal. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena anak-anak, lansia dan masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara dapat lebih rentan terhadap paparan asap.
Asep mengatakan pengelolaan sampah sebaiknya dimulai dari rumah dengan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik yang masih bernilai dapat dikumpulkan untuk digunakan kembali atau didaur ulang.
“Jangan membakar sampah hanya karena ingin lingkungan terlihat cepat bersih, karena persoalannya justru berpindah menjadi pencemaran udara,” kata Asep.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pengangkutan sampah atau bank sampah yang tersedia di lingkungan masing-masing. Cara tersebut dinilai dapat mengurangi kebiasaan membakar sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Asep mengajak masyarakat mulai mengubah kebiasaan dalam menangani sampah dari lingkungan rumah masing-masing. Menurutnya, lingkungan yang bersih tidak hanya ditentukan dari tidak adanya sampah, tetapi juga dari cara masyarakat mengelolanya.
Menjaga udara tetap bersih dapat dimulai dari langkah sederhana dengan tidak membakar sampah sembarangan. Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....