Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Tangerang Gandeng Tim PASTI

  • 29 Jun 2023 17:58 WIB
  •  Banten

KBRN, Tangerang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggandeng Tim Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia (PASTI) besutan BKKBN, untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Tangerang.

Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tangerang akan mendapat pendampingan dari Tim PASTI dalam menjalankan program-program khususnya di sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Tangerang. Nantinya program tersebut akan diterapkan di 2 kecamatan yakni Kecamatan Curug dan Rajeg serta 20 desa di Kabupaten Tangerang.

Baca juga:

Angka Stunting Provinsi Banten Diklaim Turun 4,5 Persen

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan, sebelumnya pihaknya juga terus melakukan sejumlah langkah preventif melalui TPPS.

"Kami perkuat lagi program-program yang sebelumnya sudah dijalani dengan dibantu oleh Tim PASTI, sehingga percepatan penurunan stunting dapat lebih cepat terlaksana,” katanya dalam siaran pers yang diterima RRI, Kamis (29/6/2023).

Baca juga:

Ribuan Balita Kota Serang Stunting, Pemkot Anggarkan Rp45 M

Hendra mengungkapkan, kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya memeriksa bayi di Posyandu serta pentingnya pemberian makanan bergizi tinggi masih menjadi kendala dalam penurunan kasus stunting di Kabupaten Tangerang.

“Kami berharap dengan adanya Tim PASTI dapat membantu percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tangerang, khususnya pada lokus-lokus yang nantinya akan mendapatkan pendampingan. Sehingga persentase pada SSGI kita bisa mencapai angka dibawah 14 persen,” ujar Hendra.

Baca juga:

Tekan Angka Stunting, 951 KPM di Pandeglang Dapat Bantuan Sanitasi Gratis

Sementara Team Leader PASTI Banten, Ilma Ilmiawati berharap, program PASTI ini dapat terlaksana baik dengan serta bersinergi dengan perencanaan Pemerintah Daerah dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tangerang.

“Nantinya kita akan melakukan pendekatan pada kegiatan yang menyasar kelompok risiko, seperti remaja puteri dan juga pasangan pranikah. Selain itu kita juga akan membantu memperkuat kelembagaan Tim PPS terutama di kecamatan dan juga desa,” ucap dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....