Cegah Abses Kulit dengan Menjaga Kebersihan Tubuh

  • 14 Agt 2026 14:14 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Menjaga kebersihan kulit, khususnya pada bagian lipatan yang lembap, merupakan langkah penting untuk mencegah munculnya abses.
  • Abses terjadi karena proses inflamasi atau peradangan yang umumnya berkaitan dengan infeksi bakteri pada folikel rambut dan area yang banyak keringat.
  • Area tubuh seperti ketiak yang memiliki folikel rambut dan menghasilkan banyak keringat menjadi tempat yang rentan untuk terbentuknya abses.

RRI.CO.ID, Serang - Menjaga kebersihan kulit menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah munculnya abses. Dokter Umum RS Hermina Ciruas, Zahrotul Fuadiyah, mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kebersihan tubuh, terutama pada bagian lipatan kulit yang cenderung lembap.

Ia menjelaskan, abses terjadi akibat proses inflamasi atau peradangan yang umumnya berkaitan dengan infeksi bakteri. Kondisi tersebut dapat muncul pada bagian tubuh yang memiliki folikel rambut dan menghasilkan banyak keringat, seperti ketiak.

Selain kebersihan tubuh yang kurang terjaga, sejumlah kondisi dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami abses. Di antaranya memiliki daya tahan tubuh rendah, diabetes, kulit sensitif, eksim, serta luka yang tidak dirawat dengan baik.

Zahrotul mengatakan, masyarakat yang banyak melakukan aktivitas di luar rumah juga perlu lebih memperhatikan kebersihan tubuh. Debu dan kotoran yang menempel pada kulit dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kulit apabila tidak segera dibersihkan.

“Yang paling penting adalah satu, yang berisiko adalah orang-orang yang hygiene-nya buruk, seperti yang jarang mandi atau sering keluar tapi sampai rumah jarang dibersihkan,” ucapnya dalam program Indonesia sehat bersama Pro1 RRI Banten, Jumat, 14 Agustus 2026.

Selain menjaga kebersihan tubuh, luka pada kulit juga harus segera dibersihkan dan dirawat. Jika luka tertutup pakaian, masyarakat dapat menggunakan kasa untuk melindunginya agar tidak semakin terkontaminasi.

Lebih lanjut Zahrotul menyampaikan kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan maupun setelah menyentuh luka juga perlu diterapkan. Masyarakat dianjurkan tidak berbagi barang pribadi yang bersentuhan langsung dengan kulit, seperti handuk, pakaian, atau alat cukur.

Zahrotul menegaskan, apabila muncul benjolan yang nyeri, hangat, bengkak, dan mengandung nanah, masyarakat perlu mengenalinya sejak dini dan tidak melakukan tindakan sendiri yang berisiko memperburuk kondisi. “Jadi, kalau misalnya mandi harus teratur dan bersih. Sela-sela seperti ketiak, sela-sela jari, dan belakang lutut itu harus dibersihkan juga,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....