Makanan Berserat Dinilai Bantu Cegah Usus Buntu
- 11 Jun 2026 10:33 WIB
- Banten
RRI.CO.ID - Serang - Penerapan pola hidup sehat menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko terjadinya radang usus buntu atau apendisitis. Selain mengenali gejala sejak dini, menjaga pola makan dan kebiasaan sehari-hari dinilai penting untuk mendukung kesehatan sistem pencernaan.
Dokter Spesialis Bedah Umum Rumah Sakit Hermina Ciruas, Adrian Azhar mengatakan usus buntu merupakan peradangan pada umbai cacing yang umumnya disebabkan oleh adanya sumbatan pada saluran usus buntu. Sumbatan tersebut dapat memicu pembengkakan dan infeksi yang berujung pada kondisi yang lebih serius jika tidak segera ditangani.
Menurutnya, kelompok usia dewasa muda menjadi kelompok yang paling sering mengalami usus buntu. Faktor pola hidup, termasuk pola makan sehari-hari, turut berpengaruh terhadap kesehatan saluran pencernaan.
Ia menjelaskan, salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah memperbanyak konsumsi air putih. Asupan cairan yang cukup membantu menjaga proses pencernaan tetap berjalan dengan baik dan mencegah gangguan pada saluran pencernaan.
Selain itu, konsumsi makanan yang kaya serat juga perlu menjadi perhatian. Serat yang diperoleh dari sayur-sayuran dan buah-buahan berperan dalam membantu kelancaran buang air besar sehingga dapat mengurangi risiko terbentuknya sumbatan di saluran pencernaan.
“Untuk usus buntu mungkin bisa kita cegah dengan banyak minum air putih dan makan serat,” ujarnya dalam Dialog bersama RRI Banten pada Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menilai kebiasaan sederhana seperti menjaga pola makan sehat dan memenuhi kebutuhan cairan harian merupakan langkah dasar yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. dr. Adrian juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan keluhan nyeri perut yang muncul berulang atau semakin berat. Gejala seperti nyeri yang berpindah dari sekitar pusar ke perut kanan bawah, disertai demam dan mual, perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Menurutnya, semakin cepat pasien datang ke fasilitas kesehatan, semakin besar peluang penanganan dilakukan sebelum terjadi komplikasi yang lebih berat, termasuk pecahnya usus buntu.
Karena itu, selain menerapkan pola hidup sehat, masyarakat juga diimbau meningkatkan kesadaran untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada usus buntu. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah keterlambatan diagnosis dan mempercepat proses penanganan penyakit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....